Kamis, 26/02/2015

Per 1 Maret BTN Turunkan Uang Muka Rumah Menjadi 1%

-jktproperty.com
Share on: 1118 Views
Per 1 Maret BTN Turunkan Uang Muka Rumah Menjadi 1%
Foto: Ilustrasi.
DP 1%: Mulai 1 Maret 2015, Bank BTN akan meluncurkan program khusus KPR dengan uang muka 1%. Program ini diharapkan dapat membantu masyarakat berpenghasilan rendah yang terkendala dalam menyiapkan uang muka pembelian rumah melalui fasilitas kredit perbankan.

JAKARTA, jktproperty.com – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk mulai 1 Maret 2015 akan menurunkan uang muka (down payment/DP) kredit pemilikan rumah (KPR) menjadi 1% untuk skema fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan yang diajukan oleh pegawai negeri sipil (PNS) dan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Langkah tersebut ditempuh agar pengajuan KPR FLPP tidak seret lantaran masyarakat menunggu penetapan penurunan bunga dari 7,25% menjadi 5% yang diwacanakan pemerintah sebelumnya.

Menurut Dirut Bank BTN Maryono program DP 1% merupakan bentuk dukungan Bank BTN terhadap program sejuta rumah yang dicanangkan pemerintah. “Mulai 1 Maret 2015, Bank BTN akan meluncurkan program khusus KPR dengan uang muka 1%. Program ini diharapkan dapat membantu masyarakat berpenghasilan rendah yang terkendala dalam menyiapkan uang muka pembelian rumah melalui fasilitas kredit perbankan,” katanya kepada media usai memaparkan kinerja perseroan per 31 Desember 2014 di Jakarta.

Maryono mengatakan Bank BTN selama ini menjadi  integrator stakeholder strategis dalam pemecahan permasalahan perumahan di Indonesia. Pemerintahan Jokowi-JK telah memberikan aspirasi untuk melakukan percepatan penyelesaian backlog perumahan nasional melalui program sejuta rumah untuk rakyat.

“Bank BTN diberikan peran sentral dalam pelaksanaan  program perumahan nasional yang diperuntukkan bagi rakyat di Indonesia. Pak Jusuf Kalla [Wapres] meminta agar  Bank BTN  dapat terus berperan aktif  dalam pelaksanaan program penyediaan perumahan nasional. Peran Bank BTN sangat sentral. Tidak bisa diubah sebagai pendamping pemerintah dengan bisnis sebagai bank fokus,” tuturnya.

Lebih lanjut dia mengatakan Bank BTN mendukung program sejuta rumah yang dicanangkan pemerintah . Kebijakan tersebut dapat mempercepat penyelesaian masalah backlog perumahan nasional serta memiliki multiplier effect yang positif bagi industri properti dan turunannya.

“Program DP 1% ini dapat dinikmati MBR dan untuk saat ini diprioritaskan bagi pemohon rumah susun milik (rusunami) di perkotaan. Hal itu dimaksudkan sebagai bentuk dukungan Bank BTN atas kebijakan pemerintah yang mendorong perumahan vertikal/rusun,” katanya.

Ditanya jktproperty.com mengenai DP 1% yang diprioritaskan untuk pemohon rusunami di perkotaan sementara di perkotaan seperti DKI Jakarta pemerintahnya cenderung membangun rumah susun sederhana sewa (rusunwa), Maryono mengatakan dalam beberapa tahun ke depan pembangunan rusunami juga digalakkan. “Nanti akan ada banyak dibangun rusunami di perkotaan, kita sudah mempersiapkan itu,” tandasnya.

Mengenai bunga KPR FLPP sendiri yang masih dirasakan berat oleh konsumen, dia mengatakan sambil emnunggu realisasi pemerintah menurunkan bunga KPR FLPP dari 7,5% menjadi 5% Bank BTN menurunkan DP-nya. “Ini bisa sangat membantu mereka yang membutuhkan rumah melalui fasilitas FLPP,” kata Maryono. (DHP)