Jumat, 15/08/2014

Okupansi Sewa Perkantoran di Jabodebek Relatif Stabil

-jktproperty.com
Share on: Facebook 824 Views
Okupansi Sewa Perkantoran di Jabodebek Relatif Stabil
Foto: scbd.com
OKUPANSI SEWA STABIL: Tingkat hunian (okupansi) perkantoran sewa di wilayah Jakarta, Bogor, Depok dan Bekasi (Jabodebek) relatif stabil sejalan dengan kondisi permintaan di pasar yang cenderung stagnan.

JAKARTA, jktproperty.com- Tingkat hunian (okupansi) perkantoran sewa di wilayah Jakarta, Bogor, Depok dan Bekasi (Jabodebek)  relatif stabil sejalan dengan kondisi permintaan di pasar yang cenderung stagnan.

Survei Properti Komersial Bank Indonesia (BI) yang dipublikasikan pekan ini mengungkapkan kenaikan tingkat hunian tercatat sebesar 0,04% (qtq) atau 0,14% (yoy). Kondisi ini antara lain disebabkan oleh respon pelaku usaha yang lebih memilih untuk wait and see dalam melakukan ekspansi usaha saat ini sambil menunggu perkembangan pasokan lahan perkantoran baru yang diperkirakan meningkat pada 2-3 tahun mendatang.

Mengenai harga sewa perkantoran, BI mengungkapkan harga sewa meningkat 2,22% (qtq) atau 26,46% (yoy) dengan tingkat sewa gross rata-rata sebesar Rp251.284/m2/bulan. Responden pengembang area perkantoran sewa menyatakan pergerakan nilai rupiah sangat mempengaruhi perkembangan harga sewa ruang perkantoran yang sebagian besar menggunakan tarif dalam US dolar.

Lebih lanjut survei tersebut melihat bahwa pasok perkantoran sewa di wilayah Jabodebek pada triwulan II-2014 meningkat sebesar 0,25% (qtq) atau 1,56 (yoy) lebih lambat dibandingkan kenaikan periode sebelumnya sebesar 1,00% (qtq) atau 2,86% (yoy).

Tambahan pasokan perkantoran sewa berasal dari beroperasinya satu proyek baru yaitu GKM Tower di kawasan non-CBD (TB Simatupang). Sementara di kawasan CBD, pasokan perkantoran sewa belum mengalami perubahan. Ke depan, pasokan lahan perkantoran sewa di kawasan CBD diperkirakan terus meningkat didorong oleh proyek pembangunan MRT. Perkembangan juga terjadi di kawasan non-CBD seiring perkembangan infrastruktur dan transportasi di wilayah tersebut.

Di wilayah Bandung, pasokan ruang perkantoran sewa cenderung stagnan seluas 89.510 m2 dengan tingkat hunian sebesar 85,07%, meningkat dari 84,92% pada periode sebelumnya. Sementara harga sewa turun 0,12%(qtq) yang ditengarai sebagai salah satu strategi yang dilakukan untuk dapat menyerap lebih banyak permintaan. Pasokan ruang perkantoran sewa yang stabil juga terjadi di Batam seluas 12.890 m2 dengan tingkat hunian rata-rata sebesar 71,43% dan harga sewa per bulan rata-rata sebesar Rp498.560/m2.

Perkantoran Strata Title

Bank Indonesia juga mencatat pasokan perkantoran jual (strata office) di wilayah Jabodebek pada triwulan II-2014 sebesar 1,52 juta m2 atau tumbuh sebesar 4,10% (qtq) atau 4,97% (yoy) sejalan dengan bertambahnya satu gedung perkantoran strata title di wilayah Bekasi yaitu M-Gold Tower seluas 60.000 m2.

Pengembangan pasokan strata office diperkirakan semakin meningkat pada tahun 2016-2017 baik di kawasan CBD maupun non-CBD dengan bentuk yang dikembangkan berupa kombinasi antara strata office dengan leased office. Di sisi lain, tingkat penjualan sedikit menurun (-0,06%) dibandingkan triwulan sebelumnya sebagai respon terhadap kondisi ekonomi dan politik yang masih menjadi pertimbangan bagi investor. Meski demikian, harga penjualan strata office melambat. (GUN)