Selasa, 17/02/2015

Penjualan Apartemen di Jabodetabek Tetap Moncer

-jktproperty.com
Share on: 552 Views
Penjualan Apartemen di Jabodetabek Tetap Moncer
Ilustrasi: Chadstone Cikarang
KINERJA MENGUAT: Pasar apartemen strata (kondominium) tahun ini diprediksi kian menguat. Indikasinya, aktivitas pra-penjualan apartemen strata, terutama kelas menengah bawah, sepanjang 2014 tercatat sangat aktif.

JAKARTA, jktproperty.com – Pasar apartemen strata-title atau kondomnium di wilayah Jabodetabek masih didominasi segmen kelas menengah. Hingga akhir tahun lalu pre-sales apartemen kelas menengah-bawah tercatat 58% disusul kelas menengah 73,4%, kelas menengah-atas 72,7% dan kelas atas 73,4%. Penjualan apartemen di Jabodetabek dipastikan tetap moncer.

Head of Research & Advisory Cushman and Wakefield Indonesia Arief Rahardjo mengatakan pasar apartemen masih sangat kuat. Hal itu, kata dia, terlihat dari besarnya pasok yang seriring dengan tingginya penyerapan di pasar. “Pasarnya akan terus tumbuh di ahun-tahun mendatang,” ujarnya.

Menurut dia, pasar apartemen Jabodetabek dalam waktu dekat akan bertambah pasoknya menjadi 164.980 unit yang didominasi aparteme kelas menengah-bawah, dimana 62% di antaranya adalah apartemen kelas menengah, menengah bawa (26,1%), menengah atas (25,7%) dan apartemen kelas atas (1%). Beberapa proyek yang baru diluncurkan tersebut antara lain, Sentra Timur Residence, d’Green Pramuka Residence, Embarcadero Suites, Holland Two, Catalonia Tower, dan Puri Mansion Apartment.

Lebih lanjut dia mengatakan tingkat penjualan apartemen strata-title di Jadebotabek pada kuartal akhir mencapai 97,9% atau relatif stabil dibandingkan kuartal sebelumnya dan naik sebesar 1% (yoy). Dilihat berdasarkan segmen, tingkat pra-penjualan kondominium kelas menengah-bawah 58%, kelas menengah 73,4%, kelas menengah-atas 72,7%  dan kelas atas 73,4%.

Menyinggung soal PPnBMyang akan diterapkan pemerintah dari sebelumnya Rp10 miliar menjadi Rp2 miliar, Arief mengatakan hal itu akan berpengaruh paa pasar apartemen. “Jels akan berpengaruh, terutama di segmen menengah atas,” katanya. (PIT)