Rabu, 25/04/2012

Pengembang KI Sambut Positif Pembangunan Rumah Buruh

-jktproperty.com
Share on: 507 Views
Pengembang KI Sambut Positif Pembangunan Rumah Buruh

JAKARTA: Pengembang kawasan industri (KI) menyambut positif rencana Kementerian Perumahan rakyat (Kemenpera) yang bakal membangun rumah buruh dan rumah susun sederhana sewa (rusunawa) bagi buruh lajang di lahan KI dengan dana Rp8 triliun selama 2012-2014.

Presdir PT Kawasan Industri Jababeka Tbk S.D. Darmono mengatakan program pengadaan rumah bagi buruh itu seharusnya dilakukan pemerintah sejak dulu. “Program itu sangat positif dan seharusnya dilakukan pemerintah sejak dulu,” ujarnya kepada jktproperty.com di Jakarta kemarin.

Menurut dia, pengadaan perumahan buruh di lingkungan KI Jababeka yang berlokasi di Cikarang, Bekasi, saat ini bukan lagi isyu aktual. Pasalnya, sejak awal mengembangkan KI Jababeka, pihak manajemen sudah membangun perumahan bagi buruh dan pegawai.

Mengenai kerjasama dengan pemerintah dalam membangun perumahan bagi buruh, Darmono mengatakan di dalam SK pendirian perusahaan KI, 30% lahan yang dikembangkan memang bisa dipakai untuk perumahan, termasuk perumahan bagi buruh. Areal sebesar 30% itu bisa dikembangkan antara pengelola KI dengan pemerintah. “Tapi sejak awal kami putuskan untuk membangun sendiri perumahan bagi buruh atau pegawai yang bekerja di KI Jababeka.”

Jababeka, demikian Darmono, memiliki dua SK, yakni SK sebagai perusahaan KI di bawah PT KI Jababeka Tbk dan sebagai pengembang perumahan di bawah PT Graha Buana Cikarang yang mengembangkan kawasan perumahan 1.500 hektar dengan nama Cikarang Baru Kota Hijau.

“Kami mengembangkannya sesuai master plan seluas 5.600 hektar dengan nama Kota Jababeka yang terdiri dari hightech park, education park, medical city, movie land, botanic garden, padang golf, residential park, Cikarang dry port, CBD dan low cost residential area,” tambah Darmono.

Tahun Ini 200.000 Unit

Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz pekan ini di Jakarta mengatakan pemerintah menyediakan anggaran Rp8 triliun untuk pembangunan rumah buruh dan rusunawa mulai tahun ini hingga 2014 mendatang.

Tahun ini pemerintah menargetkan mampu membangun 200.000 unit rumah untuk buruh. “Untuk tahap awal, rumah-rumah itu akan dibangun di sentra-sentra industri daerah Jabotabek,” katanya usai penandatanganan kerja sama antara Kemenakertrans, Kemenpera dan Jamsostek dalam hal penyediaan perumahan bagi buruh di Jakarta (24/4).

Pembiayaannya rumah buruh ini menggunakan KPR Fasilitas Likuiditas Pembiyaan Perumahan (FLPP) yang menjadi program Kemenpera yang bekerja sama dengan bank pendukung.

Menakertrans Muhaimin Iskandar pada kesempatan itu mengatakan banyak persoalan buruh yang tidak bisa diselesaikan dalam waktu dekat. Salah satu yang sudah diupayakan adalah tempat tinggal layak huni untuk buruh. “Kami berupaya mendorong swasta ikut berperan bagi kesejahteraan buruh,” katanya.

Muhamimin lebih lanjut menjelaskan kawasan perumahan buruh tersebut akan menggunakan konsep kawasan hunian berimbang. “Anggarannya mencapai Rp1,2 triliun. Kita gunakan lahan kawasan industri atau dengan badan usaha swasta (koperasi). Dalam bentuk rumah susun sebanyak 47 tower. Dalam waktu dekat ini tower yang sudah ada di Batam akan diresmikan Presiden SBY,” katanya. (JR/DHP)