Rabu, 15/10/2014

Pengembang Incar Kawasan Sekunder Bangun Kondominium

-jktproperty.com
Share on: 792 Views
Pengembang Incar Kawasan Sekunder Bangun Kondominium
Artist Impression: South Quarter @TB Simatupang
INCAR DAERAH SEKUNDER: Tingginya harga tanah dan tipisnya persediaan lahan di pusat kota Jakarta membuat pengembang mengincar kawasan sekunder untuk pengembangan proyek kondominiumnya. Sementara penambahan jumlah kondominium setiap kuartal di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) mencapai jumlah yang signifikan, yakni 12.000 unit. South Quarter @TB Simatupang yang dikembangkan PT Intiland Development Tbk adalah salah satu apartemen di kawasan sekunder.

JAKARTA, jktproperty.com – Tingginya harga tanah dan tipisnya persediaan lahan di pusat kota Jakarta membuat pengembang mengincar kawasan sekunder untuk pengembangan proyek kondominiumnya. Sementara penambahan jumlah kondominium setiap kuartal di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) mencapai jumlah yang signifikan, yakni 12.000 unit.

Cushman & Wakefield Indonesia dalam risetnya yang dipublikasikan pekan ini mengungkapkan berdasarkan penyebarannya sebagian besar kondominium dibangun di wilayah sekunder, yakni 72,6% dari total pasokan yang ada. Saat ini jumlah kondominium yang dibangun di wilayah Jabodetabek mencapai 96.140 unit. Sisanya, 19,5% berada di pusat bisnis Jakarta dan kawasan primer sebanyak 7,9%.

Konsultan properti itu lebih lanjut mengungkapkan sebagian besar atau 92% proyek kondominium yang akan dikembangkan dibangun di wilayah sekunder. Sementara di area primer 4,2% dan sisanya 3,8% di kawasan pusat bisnis Jakarta yang meliputi kawasan Sudirman, Kuningan, Thamrin, Gatot Subroto dan Satrio (Casablanca). Area primer meliputi Kebayoran Baru, Senayan, Menteng, Pondok Indah, Permata Hijau dan Kemang. Sedangkan kawasan sekunder berada di pinggiran kota di luar area primer dan CBD Jakarta.

Cushman & Wakefield juga menyebutkan bahwa pasok kondominium di Jabodetabek mengalami penambahan yang signifikan setiap kuartalnya, yakni 12.000 unit kondominium. Periode Januari-September 2014, tercatat terdapat lebih dari 46.500 unit kondominium baru, dan diperkirakan akan bertambah sekitar 13.000 unit lagi hingga akhir tahun ini. Jumlah ini lebih tinggi dibandingkan penambahan pasok yang terjadi 2013.

Demand Masih Tinggi

Sebelumnya Bank Indonesia melalui surveinya juga mengungkapkan tingginya demand kondominium di Jabodetabek. Survei Properti Komersial Bank Indonesia mengungkapkan pasok kondominium (apartemen strata-title) itu meningkat sejalan dengan masih kuatnya permintaan. Pasokan kondominium baru dengan konsep mixed used diperkirakan akan terus meningkat khususnya di area pinggiran Jakarta seperti Duren Sawit, Cilandak/Jagakarsa, Pesanggrahan dan Puri-Cengkareng yang memiliki akses infrastruktur jalan tol yang memadai sehingga dapat meningkatkan nilai jual dari pengembangan kondominium di kawasan tersebut.

Tingkat penjualan kondominium pada triwulan II-2014 sebesar 97,05% meningkat dibandingkan 96,93% pada periode sebelumnya yang mengindikasikan masih kuatnya permintaan. Sejalan dengan kenaikan permintaan, harga jual kondominium terus meningkat baik secara triwulanan (2,06%) maupun secara tahunan (15,60%). Namun demikian, kenaikan harga jual kondominium triwulan II-2014 lebih rendah dari kenaikan tarif sewa apartemen yang meningkat signifikan (28,29%) sebagaimana diindikasikan oleh nilai price to rent ratio yang menurun dari 9,61 menjadi 7,64. (GUN)