Selasa, 03/09/2019

Penambahan Kuota FLPP Makin Memuluskan Target Bisnis BTN di 2019

-jktproperty.com
Share on: Facebook 1232 Views
Penambahan Kuota FLPP Makin Memuluskan Target Bisnis BTN di 2019
Foto: Humas Bank BTN
PENAMBAHAN KUOTA FLPP: Kebijakan pemerintah memberikan tambahan kuota Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) kepada Bank BTN sebanyak 2.467 unit rumah dinilai akan semakin memuluskan target bisnis bank ‘plat merah’ ini di tahun 2019.

JAKARTA, jktproperty.com – Kebijakan pemerintah memberikan tambahan kuota Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) kepada Bank BTN sebanyak 2.467 unit rumah dinilai akan semakin memuluskan target bisnis bank ‘plat merah’ ini di tahun 2019.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Bank BTN Oni Febriarto Raharjo dalam acara ‘Ngopi Bersama Media’ di Jakarta, Selasa (3/9) mengatakan, pihaknya optimistis dapat mencapai target bisnisnya di sisa enam bulan terakhir tahun 2019. “Kami optimistis dengan adanya penambahan kuota FLPP sebanyak sekitar 2.467 unit, target bisnis dapat tercapai,” ujarnya.

Baca juga: Pemerintah Akan Alihkan Kuota FLPP Bank yang Tak Perform ke BTN

Menurut dia, BTN terus mendukung program sejuta rumah yang menjadi amanah untuk berkontribusi secara aktif. “BTN akan tetap menjadi integrator program sejuta rumah, baik sisi supply maupun demand dengan berperan aktif dalam mendidik pengembang baru dan menyalurkan kredit pendukung sektor properti dari hulu hingga hilir,” tegas Oni.

Hingga Juli 2019, Bank BTN telah menyalurkan pembiayaan perumahan untuk program sejuta rumah sebanyak 503.974 unit dengan nilai kredit sebesar Rp 43,64 triliun. Dengan rincian untuk KPR sebanyak 135.893 unit dan dukungan kredit konstruksi belum KPR 368.081 unit. Khusus untuk segmen subsidi, BTN telah menyalurkan pembiayaan perumahan sebanyak 111.823 unit dalam bentuk KPR dan sebanyak 251.550 unit.

“Dengan pencapaian ini, BTN telah mencapai 63% dari target total tahun ini yang dipatok sebanyak 800.000 unit baik untuk pembiayaan perumahan subsidi maupun non subsidi,” kata Oni.

Sementara untuk KPR Non Subsidi, potensi bisa terealisasi sekitar 16.000 unit. “Kami mengapresiasi langkah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang memberikan kepercayaan kepada BTN menggunakan kuota FLPP untuk mempercepat pencapaian program sejuta rumah,” pungkas Oni.

Lebih lanjut Oni mengatakan setidaknya ada tiga faktor yang menjadi katalis positif bagi bisnis Bank BTN. Selain penambahan kuota FLPP itu, penurunan BI 7DRRR yang telah dikeluarkan Bank Indonesia juga membuat optimisme tersendiri. BI melakukan penurunan BI 7DRRR hingga 2 kali menjadi 5,50% dan penurunan Giro Wajib Minimum (GWM) Rupiah untuk Bank Umum Konvensional dan Bank Umum Syariah/Unit Usaha Syariah sebesar 50 bps (0,5%). Sehingga masing-masing menjadi 6,0% dan 4,5% dengan GWM Rerata masing-masing tetap sebesar 3,0% sejak awal Juli lalu. “Kebijakan memberikan angin segar bagi perbankan di tengah mengetatnya likuiditas yang masih terjadi pada awal semester kedua tahun ini.”

Selain itu, lanjut Oni, adalah usainya Pemilu Presiden dan berlanjutnya kepemimpinan Presiden Joko Widodo untuk lima tahun ke depan yang dapat mengkonfirmasi program Nawa Cita akan dipertahankan. Di antaranya Program Sejuta Rumah yang menjadi amanah Bank BTN untuk berkontribusi secara aktif.

“Bank BTN akan tetap menjadi integrator program sejuta rumah, baik sisi supply maupun demand dengan berperan aktif dalam mendidik pengembang baru dan menyalurkan kredit pendukung sektor properti dari hulu hingga hilir,” tandas Oni. (DHP)

Baca juga: Banyak Bank Tak Becus Salurkan FLPP, BTN Siap Take Over