Kamis, 08/01/2015

Pemerintah Targetkan Bangun 1 Juta Unit Rumah untuk MBR

-jktproperty.com
Share on: 533 Views
Pemerintah Targetkan Bangun 1 Juta Unit Rumah untuk MBR
Foto: Istimewa
ACTION PLAN PERUMAHAN: Pemerintah melalui Kemeterian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mengalokasikan anggaran sebesar Rp8,2 triliun dalam APBN Perubahan 2015. Anggaran tersebut diproyeksi mampu mendanai pembangunan 300.000 unit rumah. Anggaran itu akan digunakan untuk membangun rumah susun dan rumah-rumah khusus di daerah perbatasan, terpencil, pulau-pulau terluar, untuk tenaga medis, serta anggota Polri, TNI, dan penjaga perbatasan.

JAKARTA, jktproperty.com – Pemerintah kini tengah menyusun rencana aksi pencapaian target pembangunan 1 juta unit rumah, baik rumah tapak maupun rumah susun, untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR)

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan dalam setahun pemerintah menargetkan akan membangun 1 juta unit rumah MBR. Namun, tegasnya, fokus pemerintah tetap pada pembangunan rumah susun.

“Kami diberi waktu dua minggu untuk menyusun action plan-nya dan menyerahkannya kepada Wapres Jusuf Kalla,” katanya di kantor Wapres, Jakarta.

Menurut dia, untuk mendukung program tersebut, pemerintah melalui kemeterian yang dipimpinnya mengalokasikan anggaran sebesar Rp8,2 triliun dalam APBN Perubahan 2015. Anggaran tersebut diproyeksi mampu mendanai pembangunan 300.000 unit rumah. “Anggaran itu akan digunakan untuk membangun rumah susun dan rumah-rumah khusus di daerah perbatasan, terpencil, pulau-pulau terluar, untuk tenaga medis, serta anggota Polri, TNI, dan penjaga perbatasan,” tuturnya.

Sebagian dari anggaran tersebut juga akan digunakan untuk membiayai program fasilitas likuiditas pemilikan perumahan (FLPP) pada 2015 sebesar Rp5,1 triliun. Anggaran tersebut telah masuk dalam anggaran BUN (Bendahara Umum Negara) Kementerian Keuangan. “Dana itu bisa digunakan untuk subsidi uang muka dan subsidi bunga. Itu yang APBN.”

Sumber Pendanaan

Selain berasal dari APBN, anggaran pembangunan dan kredit kepemilikan rumah untuk MBR juga berasal dari sejumlah BUMN, a.l. BPJS Ketenagakerjaan, Bank Tabungan Negara, PT Perumnas (Persero), dan Badan Pertimbangan Tabungan Perumahan Pegawai Negeri Sipil (Bapertarum-PNS).

Di tempat yang sama Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Elvyn G. Masassya mengatakan sebagian dana yang dikelola BPJS Ketenagakerjaan akan digunakan untuk menyukseskan pengadaan perumahan untuk pekerja. “Jumlahnya mencapai Rp18 triliun, dimana BPJS Ketenagakerjaan akan menyalurkan kredit uang muka rumah Rp50 juta/unit,” ujarnya.

Sementara itu, Dirut Perumnas Himawan Arief Sugoto mengatakan perseroan menargetkan akan membangun 25.000 unit rumah MBR pada tahun ini. “Karena masih berdasarkan anggaran internal Perumnas, kecuali nanti kami dapat penugasan dari pak Menteri PUPR akan ada insentif maupun dari BUMN, kita bisa menargetkan di atas itu, sekitar 40.000-50.000 unit,” katanya. (PIT)