Rabu, 19/06/2019

Pemerintah Siapkan Subsidi KPR untuk Generasi Milenial

-jktproperty.com
Share on: Facebook 322 Views
Pemerintah Siapkan Subsidi KPR untuk Generasi Milenial
Foto: jktproperty.com
KPR SUBSIDI UNTUK MILENIAL: Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah menggodok skema bantuan penyediaan rumah bagi kalangan milenial (mereka yang lahir pada 1980-2000-an) sebagai antisipasi meningkatnya populasi milenial di masa kini dan mendatang.

JAKARTA, jktproperty.com – Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah menggodok skema bantuan penyediaan rumah bagi kalangan milenial (mereka yang lahir pada 1980-2000-an) sebagai antisipasi meningkatnya populasi milenial di masa kini dan mendatang.

Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid mengakatan, jumlah penduduk generasi milenial saat ini telah mencapai 81 juta orang. Sedangkan tantangan yang dihadapkan kalangan milenial, kata Khalawi, adalah harga rumah yang terus merangkak naik sedangkan pemasukan kalangan generasi tersebut terbilang kecil.

Untuk itu, dalam skema yang tengah disusun, pihaknya membagi kalangan milenial ke dalam tiga klaster. Pertama, klaster usia 25-29 tahun yang merupakan kelompok pekerja pemula. Pada klaster ini, Khalawi membeberkan, rumah sewa berbentuk apartemen cukup prospektif ditawarkan ke kalangan tersebut.

“Nanti kita sediakan penyediaan rumah susun atau apartemen sewa. Penyediaan lahannya nanti bisa kita kerjasamakan dengan pemerintah daerah,” kata Khalawi kepada wartawan dalam acara Housing Forum, di Jakarta, Rabu (19/6).

Menurut dia, penyediaan rumah-rumah pada kalangan tersebut lebih cocok di kawasan pusat kota meningat gaya hidup kalangan milenial cenderung dinamis, konsumtif, dan terintegrasi dengan akses jaringan internet yang memadai. Adapun klaster kedua, Khalawi melanjutkan, merupakan kelompok usia 30-35 tahun yang sudah memulai berumah tangga dan mencari rumah. Untuk klaster tersebut, dia mengatakan, bantuan pemerintah dapat disalurkan berupa subsidi. Dia mencontohkan, rumah tapak tipe 36 bisa menjadi salah satu isi skema tersebut.

Lebih lanjut Khalawi menambahkan, klaster ketiga terdiri dari masyarakat dengan usia di atas 35 tahun di mana secara finansial sudah dikategorikan sebagai kelompok yang mapan. Hal itu dikarenakan, kelompok tersebut diasumsikan sudah memiliki pekerjaan tetap sehingga dapat mencari hunian yang lebih besar lagi.

Guna menyediakan hunian rumah bagi milenial, pihaknya membutuhkan keterlibatan dan kerja sama swasta. Salah satu bentuk keterlibatan yang dimaksud, dapat berupa skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dengan memanfaatkan tanah negara yang tidak terpakai.

Nantinya, Khalawi melanjutkan, skema tiga klaster bantuan perumahan tersebut akan disusun oleh Tim 5 Pilar. Pembahasan nantinya akan melibatkan sektor akademisi, komunitas, swasta, dan sektor yang terkait dengan perumahan dan hunian. (EKA)