Jumat, 15/05/2015

Pemerintah Siapkan Aturan Hukum Kepemilikan Properti oleh Asing

-jktproperty.com
Share on: 1508 Views
Pemerintah Siapkan Aturan Hukum Kepemilikan Properti oleh Asing
Foto: Ilustrasi
PROPERTI ASING: Real Estate Indonesia kembali mengusulkan kepada pemerintah agar kran kepemilikan properti oleh asing yang selama ini ditutup bisa dibuka. Usulan REI tersebut diayangkan langsung ke kantor Kementerian Keuangan dan ditanggapi positif.

JAKARTA, jktproperty.com – Real Estate Indonesia kembali mengusulkan kepada pemerintah agar kran kepemilikan properti oleh asing yang selama ini ditutup bisa dibuka.

Usulan REI tersebut diayangkan langsung ke kantor Kementerian Keuangan dan ditanggapi positif. Menurut Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro, kepemilikan properti asing di Tanah Air tinggal mempersiapkan aturan hukumnya.

“Pemerintah sedang mengkaji waktu dan teknis pelaksanaan untuk kebijakan tersebut. Kalau pun asing dibolehkan memiliki properti di sini, itu hanya untuk apartemen dan bukan landed house dan apartemen itu ada harga minimumnya. Itu yang nanti dikategorikan barang mewah, jadi arahnya ke sana,” katanya.

Pemerintah, kata dia, saat ini fokus pada program Sejuta Rumah karena menyangkut kepentingan rakyat secara umum, sebelum berpikir mengenai kepemilikan apartemen oleh warga asing. Terkait dengan pengenaan PPnBM bagi apartemen yang dimiliki asing, Bambang menuturkan, hal itu mengacu pada masalah kepemilikan asing dan data. Namun pemerintah tetap membutuhan data mengenai peralihan kepemilikan apartemen.

“Berapa banyak potensi penerimaannya, kita harus cek dulu. Tapi transaksi apartemen kalau jual beli kena PPh final 5%, sedangkan sewa 10%. Yang pasti wacana itu sangat baik membantu sektor properti,” katanya.

Sementara itu seperti dikutip laman liputan6.com, Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, Sigit Priadi Pramudito mengatakan, warga asing berhak mempunyai apartemen dalam jumlah banyak.

“Tapi hanya boleh di atas kategori mewah, jadi kena PPnBM dan mereka wajib bayar. Ini kita buka tapi berapanya belum tahu. Kami tidak ingin kalah dengan Malaysia dan Singapura,” ujar dia.

Seperti diketahui, Malaysia dan Singapura merupakan salah satu negara di Asia Tenggara yang memberi kemudahan kepada orang asing untuk memiliki properti rumah tinggal (rumah tapak) maupun kondominium. (EKA)