Kamis, 18/06/2015

Pemerintah Rancang Kemayoran Jadi Pusat Perumahan Rakyat

-jktproperty.com
Share on: 1298 Views
Pemerintah Rancang Kemayoran Jadi Pusat Perumahan Rakyat
Foto: Istimewa
KAWASAN KEMAYORAN: Pemerintah, dalam hal ini kantor Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mendesain kawasan Kemayoran di Jakarta Pusat sebagai pusat perumahan rakyat. Untuk merealisasikan hal itu pemerintah akan membangun 10 menara rumah susun sederhana sewa (rusunawa) di atas padang golf.

JAKARTA, jktproperty.com – Pemerintah, dalam hal ini kantor Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mendesain kawasan Kemayoran di Jakarta Pusat sebagai pusat perumahan rakyat. Untuk merealisasikan hal itu pemerintah akan membangun 10 menara rumah susun sederhana sewa (rusunawa) di atas padang golf.

“Pemerintah akan membangun 10 menara rusunawa di atas lapangan golf. Kita akan menjadikan Kemayoran sebagai pusat perumahan rakyat,” ujar Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Menpupera) Basuki Hadimuljono usai rapat di Kantor Wakil Presiden, Jakarta.

Menurut dia, rencana itu dikemukakan untuk mensukseskan program pembangunan sejuta rumah dan merelokasi warga dari bantaran kali dan kawasan kumuh. Kawasan Kemayoran, kata dia, merupakan aset negara yang selama ini pemanfaatannya cenderung elitis dan komersial.

“Menjadikan Kemayoran sebagai pusat perumahan rakyat sekaligus mengembalikan Kemayoran sebagai aset negara yang dipakai untuk kepentingan rakyat. Tapi rencana ini baru sebatas ide. Pelaksanaannya harus dikomunikasikan dengan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) sebagai penanggung jawab penggelolaan tanah negara,” tutur Basuki.

Lebih lanjut Basuki mengatakan rusunawa tersebut akan dipakai untuk merelokasi secara bertahap warga yang tinggal di sekitar Pelabuhan Tanjung Priok. Relokasi ini juga bertujuan untuk memuluskan rencana pembangunan Terminal Kalibaru (New Priok) yang selama ini salah satunya terkendala permukiman penduduk.

“Rencana itu kan digagas Pak Jokowi (Joko Widodo) sejak menjadi Gubernur DKI Jakarta. Sekarang Pak Jokowi sudah jadi presiden, jadi perubahan masterplan-nya tentu lebih mudah,” tambahnya. (PIT)