Minggu, 22/03/2015

Pemerintah Pinjam Dana Asing untuk Realisasikan Program Sejuta Rumah

-jktproperty.com
Share on: 1242 Views
Pemerintah Pinjam Dana Asing untuk Realisasikan Program Sejuta Rumah
Ilustrasi
PROGRAM SEJUTA RUMAH: Pemerintah merencanakan memanfaatkan dana pinjaman dari Asian Development Bank (ADB), World Bank dan International Finance Corporation (IFC) guna mendukung program pembangunan satu juta unit rumah sebagai solusi mengatasi housing backlog di Indonesia.

PONTIANAK, jktproperty.com – Pemerintah merencanakan memanfaatkan dana pinjaman dari Asian Development Bank (ADB), World Bank dan International Finance Corporation (IFC) guna mendukung program pembangunan satu juta unit rumah sebagai solusi mengatasi housing backlog di Indonesia.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan Maurin Sitorus saat hadir pada acara Hari Ulang Tahun Real Estate Indonesia (REI) di Pontianak, Kalbar, mengatakan pemerintah membutuhkan dana Rp80 triliun untuk merealisasikan program tersebut. “Dana yang tersedia sebesar Rp 60 triliun. Untuk menutupi kekurangannya, pemerintah menyiapkan dana dengan meminjam dari ADB, World Bank dan IFC,” katanya.

Menurut dia, ketiga lembaga keuangan internasional itu telah sepakat meminjamkan masing-masing US$500 juta. “Setelah dana masuk nanti langsung dialihkan ke Bank BTN. Namun ini masih dipertimbangkan. Pemerintah bisa menyiapkan jaminannya,” katanya.

Sementara itu Bank BTN diketahui tengah menganalisis untung ruginya mengelola dana dari institusi keuangan internasional itu. “Sebab setiap meminjam dari bank asing selalu ada risikonya. Jika satu bank asing memberi pinjaman US$ 500 juta maka Indonesia bisa mengumpulkan Rp6 triliun. Dengan jumlah ini, pemerintah bisa membangun 60.000 unit rumah,” ujar Dirut Bank BTN Maryono.

Sedangkan jika ketiga bank tersebut memberikan masing-masing US$ 500 juta maka setidaknya pemerintah bisa membangun 180.000 unit rumah. “BTN ditunjuk negosiator untuk pembiayaan ADB, World Bank, dan IFC. Mereka nanti lihat bagaimana risikonya, untung apa tidak, risikonya apa meminjamkan dana ke Indonesia,” kata Maryono.

Dia menambahkan, ketiga bank ini juga tengah mempertimbangkan, bentuk pinjaman dalam bentuk dollar AS dan Rupiah. Sementara masa tenor sekitar 10-15 tahun dengan bunga 1-2%. (ANT/PIT)