Sabtu, 11/08/2018

Pemerintah Pertimbangkan Usulan Kenaikan Harga Rumah MBR

-jktproperty.com
Share on: Facebook 160 Views
Pemerintah Pertimbangkan Usulan Kenaikan Harga Rumah MBR
Foto: Ist.
HARGA RUMAH MURAH: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan melakukan evaluasi dan penghitungan terhadap usulan kenaikan harga rumah dari asosiasi pengembang.

JAKARTA, jktproperty.com – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan melakukan evaluasi dan penghitungan terhadap usulan kenaikan harga rumah dari asosiasi pengembang.

Direktur Jenderal (Dirjen) Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid menyatakan pihaknya berupaya agar usulan kenaikan harga dari pengembang tetap membuat pembangunan perumahan stabil dan tidak membebani masyarakat yang ingin memiliki rumah.

“Kami sudah menerima beberapa usulan mengenai penyesuaian harga rumah dari asosiasi pengembang Real Estat Indonesia (REI),” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (10/8) seperti dikutip laman bisnis.com.

Khalawi menjelaskan evaluasi dan penghitungan dari berbagai sisi diperlukan jika harga rumah ke depan naik. Pemerintah menegaskan akan berhati-hati dalam menetapkan harga rumah dan jangan sampai kenaikan hal itu membebani Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

“Kenaikan harga rumah tentu jangan sampai membebani MBR yang ingin membeli rumah. Sebab, jika harga rumah naik tentunya subsidi dari pemerintah juga meningkat. Intinya adalah kita harus tetap jaga kestabilan di sektor properti karena pembangunan rumah merupakan salah satu indikator pembangunan sebuah bangsa,” tandasnya.

Kementerian PUPR juga memahami adanya kesulitan dari para pengembang yang ingin membangun rumah di lokasi-lokasi yang strategis. Semakin minimnya lahan perumahan juga akan berdampak pada kenaikan harga tanah.

Selain itu, adanya perubahan harga material dan upah pekerja secara tidak langsung juga berpengaruh pada proyek-proyek pembangunan perumahan.

Untuk itu, Kementerian PUPR menyatakan akan berkoordinasi dengan asosiasi-asosiasi pengembang untuk membicarakan usulan penyesuaian harga rumah ini. Pemerintah terus berupaya agar Program Satu Juta Rumah bisa mendorong semangat para pengembang untuk membangun rumah untuk masyarakat, baik MBR maupun Non MBR.

“Pemerintah tentunya sudah memiliki formula penghitungan yang tepat jika memang penyesuaian harga rumah diperlukan. Salah satu hal penting yang harus dijaga adalah bagaimana kualitas rumah untuk MBR terjaga dengan baik karena mereka benar-benar butuh rumah yang layak,” tambah Khalawi.