Minggu, 04/02/2018

Pemerintah Minta Perbankan Salurkan KPR Mikro untuk Pekerja

-jktproperty.com
Share on: Facebook 79 Views
Pemerintah Minta Perbankan Salurkan KPR Mikro untuk Pekerja
Ilustrasi
KPR MIKRO: Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) meminta pihak perbankan bisa kooperatif mewujudkan program perumahan rakyat dengan menyalurkan kredit mikro untuk kredit pemilikan rumah atau KPR mikro untuk pekerja.

JAKARTA, jktproperty.com – Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) meminta pihak perbankan bisa kooperatif mewujudkan program perumahan rakyat dengan menyalurkan kredit mikro untuk kredit pemilikan rumah atau KPR mikro untuk pekerja.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan saat ini baru PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk yang menyediakan KPR mikro. Adapun pembiayaan rumah dengan KPR mikro ini ditujukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), khususnya para pekerja di sektor informal. Oleh sebab itu, KPR mikro ini cocok bagi pekerja yang berpenghasilan Rp1,8 juta sampai Rp2,8 juta per bulan.

“Kalau bisa, disisihkan Rp200.000, sampai Rp300.000, kan kalau dikumpulkan sebulan bisa dibuat untuk mengangsur KPR, FLPP. Bahkan ini punya kemampuan yang lebih baik dari yang formal,” katanya Sabtu (3/2).

Dia mengatakan hal itu dalam pidatonya membuka pameran Indonesia Property Expo (IPEX) 2018 di Jakarta Convention Center (JCC), Basuki menjelaskan KPR mikro ini akan sangat membantu bagi pekerja informasi di luar Jabodetabek. Dia pun menceritakan pengalammnya bertemu pemangkas rambut di daerah Garut, Jawa Barat yang setiap minggu masih bisa mengirim Rp500.000 untuk keluarga.

Menteri PUPR menjelaskan bahwa KPR mikro ini adalah program yang bersifat program padat karya tunai, bukan bantuan langsung tunai. Oleh sebab itu, program ini akan langsung kaum pekerja dari sektor padat karya.

Basuki menyebut, KPR mikro tahun lalu berhasil meraup Rp7triliun. Dia berharap dengan penyelenggaraan IPEX, angka KPR mikro semakin meningkat melampaui target dari BTN. Oleh sebab itu, dia menegaskan, semua bank dalam negeri memiliki peluang untuk membuka fasilitas KPR dengan skema Fasilitas Likuidtas Pembiayaan Perumahan (FLPP). “Fasilitas FLPP, ataupun SSB [subsidi bunga] semua bank punya kesempatan yang sama. Kalau ada FLPP, atau SSB, tidak ada halangan mengapa tidak?” ungkap Basuki. (EKA)