Senin, 09/02/2015

Pemerintah Harus Siapkan Rp60 T untuk Program Sejuta Rumah

-jktproperty.com
Share on: 563 Views
Pemerintah Harus Siapkan Rp60 T untuk Program Sejuta Rumah
Foto: Ilustrasi
PROGRAM SEJUTA RUMAH: REI menilai pemerintah setidaknya perlu menyediakan dana Rp60 triliun untuk program pembangunan sejuta rumah.

JAKARTA, jktproperty.com -Real Estate Indonesia (REI) mengatakan selain menurunkan bunga fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) dari 7,5% menjadi 5%, pemerintah juga harus menyediakan dana bagi program pembangunan satu juta rumah yang digadang-gadang pemerintahan Jokowi-JK.

“Sedikitnya kita perlu Rp60 triliun untuk program ini. Jadi selain penurunan suku bunga FLPP, pemerintah harus sediakan dana untuk program pembangunan satu juta rumah,” ujarnya di sela HUT Bank BTN ke-65 di Jakarta.

Menurut dia, dana yang disiapkan pemerintah bisa diambil dari beberapa institusi seperti BPJS. “Dana di BPJS bisa dimanfaatkan untuk mensukseskan program pemerintah ini,” katanya.

Lebih lanjut dia mengatakan rencana penurunan suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR) disambut baik karena jadi stimulus lain pemilikan rumah murah oleh masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Rumah murah tentu akan lebih mudah dijangkau masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dengan adanya stimulus FLPP.

“Stimulus lain dengan suku bunga KPR rendah yang rencananya akan turun dari 7,25% menjadi 5% serta kemudahan perizinan dan perolehan sertifikat bisa juga membantu. Tapi yang lebih penting dari semua tu adalah kesiapan dana pemerintah,” tandasnya.

BTN Dukung Program Sejuta Rumah

Sementara itu Dirut Bank BTN Maryono mengaku program pembangunan sejuta rumah adalah peluang besar bagi BTN. Sebagai market leader yang menguasai 24% pangsa pasar Kredit Pemilikan Rumah (KPR), BTN tidak ingin menyia-nyiakan program tersebut.

“Kami saat ini melakukan persiapan untuk mendukung program pemerintah itu, termasuk kalkulasi peruntukan sejuta rumah. Dari satu juta ini untuk siapa saja? Untuk rumah subsidi 600.000, 150.000 pembiayaan oleh pemerintah dan 250.000 rumah non-subsidi merupakan tugas bersama,” katanya.

Setelah klasifikasinya jelas, kata Maryono, maka pemberian bantuan BTN, misalnya dengan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) atau KPR subsidi maupun non-subsidi juga semakin terarah. Persiapan lainnya, tambah Maryono, dibagi menjadi dua hal utama yaitu sumber pembiayaan dan proses. “Sumber pembiayaan ada dari pemerintah untuk subsidi bantuan likuiditas dan dana pihak ketiga,” tegasnya.

Ditanya mengenai dukungan yang diberikan BTN terhadap program sejuta rumah, Maryono mengatakan BTN memberi dukungan maksimal. “Ini kan program pemerintah dan BTN selama ini menjadi leader pembiayaan perumahan, kami tinggal menunggu kapan pemerintah mulai, ya kami harus siap,” katanya. (EKA)