Rabu, 03/09/2014

Pembangunan Rumah Susun Hemat 430% Pemanfaatan Lahan

-jktproperty.com
Share on: 567 Views
Pembangunan Rumah Susun Hemat 430% Pemanfaatan Lahan
Foto: kabar3.com
BANGUN RUSUN EFISIEN: Membangun kebutuhan hunian di Indonesia yang mencapai belasan juta unit setiap tahunnya, dibutuhkan lahan ratusan ribu hektar. Jika dipenuhi dengan rumah tapak, dibutuhkan setidaknya 1,7 miliar m2 atau 170.000 hektar. Sedangkan jika dipenuhi dengan rusun berbagai tipe ketinggian (3, 6, 8, atau 12 lantai) dengan komposisi tertentu (1 unit 36 m2), maka hanya membutuhkan tanah 39.000 hektar.

JAKARTA, jktproperty.com – Di masa mendatang pemerintah akan terus mendorong masyarakat, terutama yang tinggal di daerah perkotaan, untuk tinggal di rumah susun (rusun). Pembangunan rumah susun menghemat 430% pemanfaatan lahan dibandingkan membangun rumah tapak (landed house).

Menurut Sri Hartoyo, Deputi Pembiayaan Perumahan Kementerian Perumahan (Kemenpera), untuk membangun kebutuhan hunian di Indonesia yang mencapai belasan juta unit setiap tahunnya, dibutuhkan lahan ratusan ribu hektar. Jika dipenuhi dengan rumah tapak, dibutuhkan setidaknya 1,7 miliar m2 atau 170.000 hektar. Sedangkan jika dipenuhi dengan rusun berbagai tipe ketinggian (3, 6, 8, atau 12 lantai) dengan komposisi tertentu (1 unit 36 m2), maka hanya membutuhkan tanah 39.000 hektar.

“Kita bisa menghemat 436% lahan. Membangun rusun jauh lebih efisien dibandingkan membangun rumah tapak,” katanya di Jakarta kemarin.

Seperti diketahui pemerintah [Kemenpera] berencana menghapus subsidi rumah tapak per 1 Maret 2015 mendatang. Ketentuan yang tertuang dalam Permenpera No.3/2014 itu hanya akan memberikan subsidi bagi rusun. Hal ini ditempuh pemerintah untuk mendorong masyarakat mau tinggal di rusun. “Jumlah penduduk Indonesia akan terus bertambah, tanah tidak bertambah kecuali melakukan reklamasi. Rusun adalah solusi terbaik,” katanya.

Lebih lanjut Sri Hartoyo mengatakan dalam dua tahun ke depan, mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS), kebutuhan perumahan di Indonesia mencapai 31 juta unit. Dari jumlah ini, 18,5 juta unit ada di perkotaan dan 12,5 juta di pedesan. “Nantinya jumlah penduduk perkotaan akan bertambah, sementara penduduk pedesaan berkurang sampai pada titik tertentu. Dengan kondisi itu, rusun akan diperlukan untuk menghemat lahan,” tandasnya. (GUN)