Selasa, 10/04/2012

Pasok Ruang Kantor di Jakarta Terbatas, Tarif Sewa Meroket

-jktproperty.com
Share on: 409 Views
Pasok Ruang Kantor di Jakarta Terbatas, Tarif Sewa Meroket

JAKARTA: Permintaan ruang perkantoran di Jakarta yang tinggi setiap tahunnya yang tidak diimbangi dengan kecukupan pasok, telah memicu meroketnya tarif sewa ruang perkantoran selama triwulan I-2012, terutama untuk perkantoran Grade A. Demikian diungkapkan perusahaan konsultan properti Colliers International Indonesia.

Director Office Services Colliers International Indonesia, Bagus Adikusumo mengungkapkan, pasok ruang perkantoran selama 2012 masih sangat terbatas dan belum mampu mengimbangi tingginya permintaan. “Selama triwulan I-2012 kami melihat aktivitas ekspansi perusahaan yang mencari ruang perkantoran baru. Tapi pasoknya benar-benar terbatas,” katanya.

Berdasarkan catatan Colliers, selama triwulan I-2012 hanya ada dua gedung perkantoran baru yang direncanakan rampung pembangunannya, yakni Multivision Tower di Jl. HR Rasuna Said, Jakarta Selatan dan Menara Satu di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara,yang dibangun PT Summarecon Agung Tbk.

Bagus mengatakan ekspansi usaha dengan mencari ruang perkantoran baru itu masih didominasi perusahaan di bidang asuransi, finansial, pertambangan, dan perkebunan. Perusahaan-perusahaan tersebut mencari tempat di gedung perkantoran yang memiliki kualitas baik atau perkantoran berstatus Grade A yang pasoknya memang sangat terbatas.

Dengan terbatasnya suplai, maka tarif sewa perkantoran Grade A bisa naik 30%-50% dibandingkan tarif sewa rata-rata tahun lalu. Bukan hanya Grade A, perkantoran Grade B dan C yang telah melakukan market assesment. “Kami memprediksi kenaikan tarif sewa ruang perkantoran akan terus terjadi hingga tahun depan, setelah itu tarif sewa diharapkan kembali stabil.”

Berdasarkan riset yang dilakukan Colliers International Indonesia, total area perkantoran di Jakarta saat ini mencapai 6,27 juta m2, dimana 70% di antaranya berlokasi diĀ  CBD Jakarta. Total pasok itu mencerminkan bahwa suplai perkantoran di Jakarta hanya tumbuh 3% setiap tahunnya dalam satu dekade ke belakang. Sedangkan periode 2012-2012 suplai ruang perkantoran di Jakarta diharapkan akan tumbuh 8,7%.

Penyerapan Tertinggi

Permintaan ruang perkantoran yang tinggi di Jakarta, terutama perkantoran Grade A di kawasan CBD, juga tercermin sepanjang 2011 dimana menurut riset yang dilakukan Jones Lang LaSalle-Procon. Sepanjang 2011 lalu penyerapan ruang kantor komersial di wilayah CBD Jakarta mencapai rekor tertinggi, yakni sebesar 420.000 m2.

Angka tersebut merupakan rekor penyerapan pasar tertinggi dalam sejarah perkembangan pasar perkantoran di Jakarta, dimana ada kenaikan 78% dibandingkan penyerapan 2010. Bahkan dibandingkan saat masa keemasan booming sektor properti pada dekade 1990-an atau sebelum krisis ekonomi 1998, penyerapanruang perkantoran selama 2011 masih yang tertinggi.

Permintaan yang paling pesat terjadi pada perkantoran komersial Grade A dibandingkan dengan perkantoran komersial di Grade B dan Grade C. Tarif sewa perkantoran Grade A meningkat sangat tajam dan mencapai Rp154.000 per m2 per bulan. Selain tinggi dalam hal tingkat penyerapan, tingkat hunian perkantoran di area CBD selama 2011 juga mengalami peningkatan cukup signifikan, yakni mencapai 90% dan akan mencapai 95% dalam 2-3 tahun ke depan. (JR)