Sabtu, 08/10/2016

Pasok Perkantoran CBD Tembus 5 Juta M2, Okupansi Terus Merosot

-jktproperty.com
Share on: 6154 Views
Pasok Perkantoran CBD Tembus 5 Juta M2, Okupansi Terus Merosot
Ilustrasi
PASOK PERKANTORAN: Colliers International Indonesia mengungkapkan pasok ruang perkantoran di pusat bisnis (Central Business District/CBD) Jakarta terus mengalami pertumbuhan. Pada kuartal III tahun 2016 pasok ruang perkantoran di CBD Jakarta menembus 5,48 juta m2. Sementara itu sampai dengan 2019 diperkirakan akan ada tambahan pasokan sebanyak 2 jutaan m2.

JAKARTA, jktproperty.com -Colliers International Indonesia mengungkapkan pasok ruang perkantoran di pusat bisnis (Central Business District/CBD) Jakarta terus mengalami pertumbuhan. Pada kuartal III tahun 2016 pasok ruang perkantoran di CBD Jakarta menembus 5,48 juta m2. Sementara itu sampai dengan 2019 diperkirakan akan ada tambahan pasokan sebanyak 2 jutaan m2.

Associate Director Research Colliers International Indonesia Ferry Salanto mengatakan pasok terbanyak berada di koridor Jl Jend Sudirman, rata-rata luas ruang perkantoran 100.000 m2. Suplai tersebut berasal dari renovasi gedung-gedung lama karena pengembang sulit mencari lahan kosong untuk dibangun gedung baru.

Sementara itu tambahan pasok juga terjadi di kawasan non-CBD seperti di koridor bisnis TB Simatupang, Jakarta Selatan. Di koridor yang dilalui jalan tol JORR Ulujami-Cikunir itu suplainya saat ini di atas 833.000 m2. Di Jl TB Simatupang gedung yang akan selesai dibangun pada 2019 sebanyak 755.000 m2.  “Hanya 40.000 m2 yang masih planning meskipun izin membangunnya sudah keluar,” katanya.

Ferry mengatakan tambahan pasok itu membuat tingkat hunian (okupansi) terus merosot. Perkantoran di CBD okupansinya 85%, sementara di TB Simatupang 80%. “Bahkan ada gedung baru yang sudah beroperasi di CBD hanya terisi 10%. Untuk mengisi sisanya diperlukan effort besar dan makro ekonomi yang menunjang.”

Merosotnya okupansi dan beroperasinya perkantoran baru membuat penyewa punya posisi tawar lebih baik. Saat ini tarif sewa di CBD berkisar Rp300.000 s/d Rp900.000/m2/bulan, sedangkan di luar CBD Rp260.000-an/m2/bulan. Saat ini terjadi tenant market situation dimana penyewa punya banyak pilihan yang berakibat pada tarif sewa yang lebih kompetitif.

Dalam pengamatan Colliers, penyewa mempunyai bargaining power lebih tinggi, mereka tidak segan-segan untuk relokasi ke gedung baru karena kualitasnya lebih baik dan harganya rasional. Dengan begitu pemilik gedung dalam menyikapi soal tarif berpikir lebih rasional. Mereka mau memberi harga lebih terjangkau dengan tujuan penyewanya tetap bertahan atau ada penyewa baru masuk.

“Saat ini dari 800.000 m2 ruang perkantoran di CBD baru 186.000 m2 (25%) yang sudah ada komitmen sewa (level commitment). Selebihnya sekitar 600.000 belum ada,” tandasnya. (PIT)