Selasa, 03/09/2013

Pasok Lahan Industri di Jabobeka Masih Bisa Imbangi Permintaan

-jktproperty.com
Share on: 687 Views
Pasok Lahan Industri di Jabobeka Masih Bisa Imbangi Permintaan

JAKARTA, jktproperty.com – Survei Properti Komersial Bank Indonesia mengungkapkan selama 2012 hingga kuartal II-2013 penambahan permintaan sewa lahan industri di kawasan Jabobeka (Jakarta, Bogor, Bekasi dan Karawang) lebih tinggi dibandingkan dengan penambahan pasokannya. Namun secara rata-rata pasokan lahan industri yang ada masih mampu mengimbangi tingginya permintaan. Menurut survei yang dipublikasikan Agustus lalu, pada kuartal II-2013 jumlah pasok lahan industri tidak mengalami perubahan dari kuartal sebelumnya, yakni sebesar 6.771 hektar. Pasokan itu terdiri dari 5.518 hektar lahan jual (strata-title) dan 1.253 hektar lahan sewa.

Mengenai tingkat penjualan, selama kuartal II-2013 diketahui meningkat 2,74% (qtq) atau menjadi 81,20%. Jumlah lahan di kawasan industri yang terserap dan terjual oleh pasar secara kumulatif adalah 4.480 hektar. Sedangkan total pasokan kumulatif kawasan industri—baik yang sewa maupun strata title—yang sudah terhuni adalah 66,18% atau meningkat sekitar 0,27% (qtq).

Bank Indonesia juga mengungkapkan harga jual lahan industri terus mengalami peningkatan. Pada triwulan II-2013 rata-rata kenaikan harga jual mencapai 2,74% (qtq). Untuk wilayah Jakarta, harga lahan industri rata- rata sebesar Rp4.300.000/m2, sedangkan untuk wilayah Bogor, Bekasi dan Karawang harga jual rata-rata sebesar Rp2.194.744/m2.

Sementara harga sewa gedung pabrik standar dan gudang di Jabobeka pada kuartal II-2013 mengalami peningkatan hingga 13,32% (qtq) atau menjadi Rp57.469/m2/bulan. Peningkatan harga sewa disebabkan oleh kenaikan UMP serta penyesuaian biaya Iistrik. Kenaikan harga sewa yang terjadi di kawasan industri Jakarta rata-rata mencapai 6,83%. Sementara kenaikan yang terjadi pada lahan industri di Bogor, Bekasi dan Karawang lebih signifikan, yaitu mencapai 15,68%.

Untuk wilayah Banten, jumlah pasokan lahan industri belum mengalami perubahan dibandingkan triwulan sebelumnya, yaitu tetap seluas 5.418 hektar. Sementara itu, permintaan untuk kawasan industri di Banten tumbuh sebesar 2,77% dibandingkan kuartal sebelumnya, yakni 80,80%. Tingginya permintaan lahan industri, dijadikan sebagai satu kesempatan para landlord untuk menaikkan harga tanah.

Harga jual lahan Industri meningkat 9,83% qtq menjadi Rp1.399.850/m2. Kenaikan harga paling tinggi terjadi di Serang dan Cilegon (11,20% qtq) menjadi Rp1.325.000/m2. Sedangkan kenaikan harga di kawasan industri di Tangerang adalah 4,90% (qtq) menjadi Rp1.783.333/m2. Kenaikan harga yang lebih tinggi terjadi di Serang dan Cilegon disebabkan oleh kenaikan harga serta kelangkaan lahan industri matang siap bangun yang tersedia di kawasan tersebut, terutama kenaikan harga di KIEC dan Modern Cikande.

Permintaan lahan industri di Banten diperkirakan akan mengalami peningkatan seiring meningkatnya realisasi investasi baik domestik maupun asing. Walaupun demikian, faktor infrastruktur harus diperhatikan oleh pemerintah setempat guna menjaga stabilitas tingkat permintaan lahan industri di kawasan ini. Infrastruktur ini berupa akses atau transportasi dari dan ke kawasan industri begitu juga dengan ketersediaan suplai enegri listrik.

Sedangkan di Bandung, jumlah pasokan lahan industri mencapai seluas 165,5 hektar dengan tingkat penjualan sebesar 84%. Harga jual dan harga sewa gedung pada kuartal II-2013 masing-masing sebesar Rp1.150.000/ m2 dan Rp1.150.000/bulan. (LEO)