Minggu, 24/02/2013

Pasok Hotel Lebih Tinggi Dibandingkan Pertumbuhan Sewa

-jktproperty.com
Share on: 388 Views
Pasok Hotel Lebih Tinggi Dibandingkan Pertumbuhan Sewa

JAKARTA, jktproperty.com – Pasokan hotel di wilayah Jakarta, Bogor, Depok dan Bekasi (Jabodebek) dalam dua tahun terakhir ini diketahui lebih tinggi dibandingkan permintaan pasar sehingga menyebabkan rata-rata excess supply terhadap kamar hotel periode 2010-2012 mencapai 406 kamar.

Survei Properti Komersial Bank Indonesia aktivitas bisnis yang terus menggeliat di Jabobeka telah memicu kenaikan permintaan terhadap hotel untuk acara-acara meeting, baik dari perusahaan swasta maupun instansi pemerintah.

Penambahan pasokan kamar hotel di kawasan Jabobeka bahkan terlihat lebih tinggi dibandingkan dengan penambahan penyewaannya. Akibatnya secara rata-rata, excess supply terhadap kamar hotel secara tahunan selama 2010-2012 mencapai sekira 406 kamar.

Sepanjang triwulan IV-2012, BI mencatat terdapat lima buah hotel baru yang mulai beroperasi di kawasan ini. Kelimanya tersebar di kawasan Jakarta dan Bogor, dan menyumbangkan 900 kamar tambahan (3,52%, qtq) pada pasokan kumulatif kamar hotel berbintang.

Secara kumulatif pasokan kamar hotel berbintang di Jakarta dan sekitarnya adalah 26.440 unit, dimana 24,13% merupakan hotel bintang tiga, 39,77% hotel bintang empat dan 36,11% hotel bintang lima. Tingkat hunian hotel pada triwulan IV-2012 mengalami sedikit peningkatan dari 65,40% menjadi 67,11%. Hal ini berhubungan dengan kegiatan bisnis yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan serta acara rapat yang diadakan oleh instansi pemerintahan yang pesertanya tidak hanya dari Jakarta, namun juga dari luar Jakarta.

Seiring meningkatnya permintaan akan kamar hotel, tarif sewakamar hotel pun meningkat 6,21% (qtq) menjadi Rp918.932/kamar/malam. Kenaikan tarif yang terbesar terjadi pada hotel bintang 5 yang naik 7,82% (qtq) menjadi Rp1.305.194/kamar/malam; diikuti oleh hotel bintang 3 yang naik 6,68% (qtq) menjadi Rp625.598/kamar/malam; dan hotel bintang 4 yang naik 4,10% (qtq) menjadi Rp746.167/kamar/malam.

Peningkatan tarif tersebut terjadi sejak awal Oktober sampai minggu kedua bulan Desember 2012, dan beberapa hari sebelum puncak dari peak season, yaitu pada saat menjelang Natal dan Tahun Baru. (GUN)