Selasa, 27/11/2012

Pasca Akuisisi DPI Agung Podomoro Kembangkan Batam City Center

-jktproperty.com
Share on: 679 Views
Pasca Akuisisi DPI Agung Podomoro Kembangkan Batam City Center

JAKARTA: Pasca mengakuisisi 80% saham PT Dimas Pratama Indah—pengembang Batam City Center—senilai Rp92 miliar, PT Agung Podomoro Land Tbk. (APLN) akan mengembangkan dan menggenjot pemasaran properti, terutama residensial, di Batam City Center (BCC). APLN akan menggenjot pemasaran apartemen yang ready stock dan mengembangkan perumahan.

Dalam siaran persnya hari ini, Dirut dan CEO APLN Trihatma K. Haliman mengatakan pihaknya bersama PT DPI telah menandatangani perjanjian jual beli pengakuisisian saham sebesar 80% yang nilainya mencapai Rp92 miliar. DPI memiliki lahan seluas 37 hektar, termasuk 140 unit bangunan apartemen yang siap jual.

Selain akan menggenjot penjualan apartemen, APLN juga berencana mengembangkan lahan yang tersedia menjadi kompleks perumahan dengan nama Batam Center Park, dimana di sini akan dibangun sekira 2.200 unit dengan investasi tak kurang dari Rp700 miliar.

“Batam merupakan salah satu kota yang berkembang pesat di Indonesia dan lokasinya sangat dekat dengan Singapura. Permintaan akan perumahan di Batam City Center telah meningkat didorong oleh peningkatan aktivitas kawasan industri di area tersebut,” kata Trihatma.

Lahan Terbatas

Kalangan pengembang di Batam sebelumnya mensinyalkan bahwa tidak ada lagi lahan baru yang bisa dikembangkan di Batam mengingat lahan yang ada memang sangat terbatas. Ketua DPD REI Khusus Batam Djaja Roeslim mengatakan saat ini para pengembang tidak dapat lagi memperoleh lahan baru dari Badan Pengusahaan Batam untuk pembangunan kawasan permukiman. “Lahan kosong untuk permukiman sudah tidak ada lagi di Batam,” ujarnya.

Menurut dia, sekira 10.000 hektar dari total luas Pulau batam 67.400 hektar telah dialokasikan kepada pengembang oleh Badan Pengusahaan Batam untuk dijadikan kawasan permukiman dan sebagian besar sudah ter-develop. Sisanya, dalam lima tahun ke depan seluruh lahan sudah terbangun. Hal ini akan menjadi persoalan tersendiri mengingat permintaan akan hunian di Batam sangat tinggi. (GUN)