Jumat, 23/11/2012

Pasar Rumput Akan Jadi Pasar Modern Terintegrasi Hunian

-jktproperty.com
Share on: 945 Views
Pasar Rumput Akan Jadi Pasar Modern Terintegrasi Hunian

jktproperty.com | Dulu, di zaman kolonial Belanda, banyak pribumi pedagang rumput pakan kuda yang mangkal di pasar ini. Konsumen mereka adalah londo-londo yang memelihara kuda yang tinggal di kawasan elit Menteng.

Mereka, para pedagang pribumi, tak boleh memasuki kawasan Menteng. Makanya, mereka mangkal di tempat itu dan lama kelamaan hingga hari ini orang mengenalnya sebagai Pasar Rumput, meskipun kini tak satu pun pedagang yang menjual rumput di pasar ini.

Tapi, dalam perkembangannya, pasar yang dikelola PD Pasar Jaya tak pandai bersolek diri dan malah menjadi sangat kumuh. Selain kumuh, kawasan ini juga terlihat semrawut padahal jaraknya hanya beberapa ratus meter saja dengan kawasan elit Menteng dan hanya beberapa kilometer dari central business district (CBD) Jakarta.

Pasar Rumput memang terletak di lokasi yang strategis di Jl. Sultan Agung, Jakarta Pusat, dimana daerah ini telah didukung infrastruktur yang cukup lengkap seperti jalur busway Transjakarta, terminal, dan pusat perbelanjaan Pasaraya Manggarai. Luas area keseluruhan Pasar Rumput mencapai 22.740 m2 yang di dalamnya terdapat 1.780 kios dan 16 rumah toko (ruko).

Rencana merias Pasar Rumput sebenarnya sudah dikantongi Pemprov DKI Jakarta sejak lama. Baru setelah Jokowi dan Ahok terpilih sebagai gubernur dan wagub, rencana tersebut diapungkan kembali. Tak hanya merenovasi, Pemprov DKI bekerjasama dengan kantor Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) akan menyulap Pasar Rumput menjadi pasar yang terintegrasi dengan hunian dalam bentuk rumah rumah susun sederhana sewa (rusunawa).

Rencananya, lantai satu dan dua bangunan akan digunakan sebagai pasar, lantai tiga dan empat dijadikan ruang serba guna, klinik atau puskesmas. Sisanya dimanfaatkan sebagai rusunawa. “Jadi fungsi pasarnya tetap dan ditambahkan fungsi hunian dengan membangun rusunawa,” ujar Menpera Djan Faridz kepada wartawan di Jakarta hari ini, Jumat (23/11).

Sebelumnya Kepala Humas PD Pasar Jaya, Agus Lamun, mengatakan untuk merealisasikan rencana pembangunan rusunawa yang terintegrasi dengan Pasar Rumput, pihaknya akan berkoordinasi dengan instansi terkait, seperti Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Tata Ruang, dan Dinas Perumahan dan Gedung Pemerintah Daerah. Koordinasi dan sosialisasi akan berlangsung hingga akhir tahun ini dan skema besarnya diharapkan sudah ada awal 2013 mendatang.

Dia mengatakan penerapan alih fungsi pasar menjadi hunian membutuhkan persetujuan dewan. “Sebab harus ada revisi Perda yang mengatur mengenai hunian dan pasar,” tutur Agus.

Keputusan Pemprov DKI bersama-sama dengan Kemenpera untuk membangun Pasar Rumput menjadi pasar yang terintegrasi dengan hunian adalah keputusan tepat. Pilihan jenis hunian berupa rusunawa dan bukan rumah susun sederhana milik (rusunami) juga patut diacungkan jempol, mengingat selama ini pemilik rusunami yang banyak dibangun pengembang di dalam kota Jakarta bukanlah mereka yang secara ekonomi kurang mampu, melainkan orang-orang kaya.

Jadi, kepemilikan dan pengelolaan rusunawa ini tetap di tangan Pemprov DKI dan masyarakat—tentunya yang berpenghasilan menengah bawah—hanya diposisikan sebagai penyewa. Bila ide membangun pasar yang terintegrasi dengan hunian bisa diimplementasikan di banyak lokasi di Jakarta, tentu persoalan kepadatan penduduk yang menjadi persoalan paling penting bagi Jakarta bisa sedikit demi sedikit teratasi. (GIE)