Rabu, 16/07/2014

Pasar Properti Melambat, Kondominium Tumbuh Signifikan

-jktproperty.com
Share on: 571 Views
Pasar Properti Melambat, Kondominium Tumbuh Signifikan
Ilustrasi: Apartemen Green Pramuka
TUMBUH SIGNIFIKAN: Meski secara keseluruhan pasar properti Indonesia mengalami perlambatan, hal itu tak berlaku untuk sektor residensial khususnya kondominium. Meskipun persaingan di pasar ini kian ketat, para pengembang optimistis dengan proyek-proyek yang mereka tawarkan ke pasar.

JAKARTA, jktproperty.com – Memasuki 2014 pasar properti Indonesia mengalami perlambatan sebagai dampak melemahnya perekonomian dan diselengaarakannya pesta demokrasi, Pileg dan Pilpres. Namun subsektor kondominium justru mencatat pertumbuhan yang siginifikan selama semester I-2014.

Menurut Anton Sitorus, Head of Research Jones Lang LaSalle (JLL), pertumbuhan signifikan subsektor kondominium (apartemen strata-title), dipicu oleh sentimen positif di sektor residensial. Kondominium juga terus tumbuh akibat demand penduduk Jakarta yang tinggi terhadap hunian vertikal di tengah keterbatasan lahan landed house.

“Animo masyarakat membeli kondominium di Jakarta masih sangat tinggi. Data JLL mencatat sebanyak 4000 unitĀ  kondominium dilepas ke pasarĀ  pada bulan April hingga Juni 2014. Dibandingkan kuartal I-2014, pada kuartal kedua ada kenaikan 10%-15%,” katanya saat memaparkan riset JLL di Jakarta.

Namun, demikian Anton, meskipun tumbuh signifikan, dari sisi harga, terlihat melambat. “Kami melihat pasar terlalu jenuh. Pertumbuhan harga untuk kondominium yang upper-class melambat, sedangkan untuk highend dan middle-low masih ada kenaikan meski tidak terlalu signifikan,” tuturnya.

Sementara itu Head of Residential JLL Luke Rowe mengatakan dalam enam bulan terakhir total penjualan kondominium mencapai sekitar 7.400 unit. Di Jakarta, saat ini ada 53.560 unit kondominium yang akan dibangun hingga 2017.
Dari data JLL, harga kondominium untuk segmen high-end saat ini masih berkisar di Rp35 juta per m2. Kondominium untuk segmen upper class berada di kisaran Rp30 juta per m2, untuk segmen middle Rp20 juta per m2, dan segmen middle-low di kisaran Rp10 juta per m2.

Pasok Turun

Pekan lalu Colliers International Indonesia mengungkapkan pasokan baru unit apartemen di Jakarta pada semester I-2014 mengalami penurunan yang signifikan. Jika rata-rata unit apartemen baru yang masuk tiap semesternya mencapai 8.498 unit, maka hingga akhir Juni 2014, pasokan apartemen yang masuk ke pasar hanya 4.712 unit yang dipasok 10 proyek. Dibandingkan dengan pasokan kumulatif apartemen di Jakarta tahun lalu, pada semester I-2014 ini tercatat sebesar 23%. Hal itu berarti telah terjadi perlambatan pertumbuhan apartemen. Pasalnya setiap semester pertama dalam tiga tahun terakhir, pasokan rata-rata apartemen mencapai angka 8.498 unit.

Colliers mencatat dari 10 proyek apartemen yang dijadwalkan masuk ke pasar pada semester I-2014, dua diantaranya mengalami keterlambatan karena berbagai alasan. Salah satu alasannya terkait penyelesaian jaringan listrik gedung dan peralihan konsep apartemen. Dua gedung apartemen tersebut adalah H Residence Kemayoran dan 19 Avenue Apartement. Sementara itu, delapan proyek apartemen lainnya, atau sebanyak 3.466 unit telah diserahterimakan kepada pembeli. Proyek tersebut antara lain Kemang Village (The Intercon), The East at Essence Complex (South Tower), Verde Apartement (Tower East), The Windsor (Tower 1), Sentra Timur Residence (Tower Orange), The Hive @Tamansari, dan The Green Pramuka (Tower Chrysant). (EKA)