Rabu, 17/02/2016

Pasar Properti Komersial Tahun Ini Cenderung Masih Stagnan

-jktproperty.com
Share on: 3650 Views
Pasar Properti Komersial Tahun Ini Cenderung Masih Stagnan
Foto: Ilustrasi/purnamaalamsyah.wordpress.com
PASAR PROPERTI KOMERSIAL: Coldwell Banker Commercial Indonesia mengungkapkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan IV-2015 belum menunjukan perbaikan secara signifikan. Meskipun pemerintah telah memberikan beberapa kebijakan sebagai stimulus pertumbuhan ekonomi.

JAKARTA, jktproperty.com – Coldwell Banker Commercial Indonesia mengungkapkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan IV-2015 belum menunjukan perbaikan secara signifikan. Meskipun pemerintah telah memberikan beberapa kebijakan sebagai stimulus pertumbuhan ekonomi.

Coldwell menegaskan meskipun ada penambahan pasokan komersial baru namun jumlahnya masih terbatas, terutama di kota-kota diluar kawasan Jabodetabek. Selain itu tingkat penyerapan serta harga jualnya juga terbilang masih rendah, meliputi perkantoran, apartemen, retail, dan hotel. “Pasar komersial di tahun 2016 masih terbilang stagnan,” kata Tommy H. Bastami, Director of Coldwell Banker Commercial Strategic Advisory.

Namun, kata dia, pasar properti komersial akan rebound pada tahun 2017. Faktornya bisa dilihat dari ekonomi global yang beranjak membaik sampai dengan kehadiran investor yang datang. “Mereka tentunya akan membutuhkan akomodasi untuk tempat tinggal. Perkiraannya akan bergerak positif tahun 2017, kalau tahun 2016 masih dalam recovery,” paparnya.

Untuk menjelaskan lebih lanjut mengenai hirarki perkembangan properti komersialnya, Coldwell Banker Commercial Indonesia membagi beberapa kota di Indonesia dalam tiga kategori, yakni:

Established City: Memiliki karakteristik sebagai kota yang sudah berkembang mulai dari tahun 90-an, kota-kota ini terdiri dari Jakarta, Surabaya, Medan dan Bandung. Jakarta mendominasi jumlah bangunan komersial lebih dari 70% di bandingkan kota-kota lainnya. Kategori Established City ini menyumbang kontribusi pasokan baru hingga 75% yang terbagi dalam perkantoran, ritel, apartemen dan hotel. Karena lebih dulu menjadi kota modern, target segmen pasarnya menengah hingga premium dengan jenis permintaan jasa dan industri.

Emerging City: Mulai berkembang sejak 5-10 tahun yang lalu, kota yang tergolong dalam kategori emerging city memiliki pasar property berkembang di sektor bisnis, industri dan pariwisata. Diantaranya adalah Makassar, Balikpapan, Bali, Semarang, Yogyakarta, Bodetabek dan Solo. Dengan menyumbang kontribusi bangunan komersial sebanyak 20%, sektor pengembangannya terbagi dalam perkantoran, ritel, apartemen dan hotel. Walaupun jumlahnya begitu sedikit, namun sumber permintaan dari sektor pertambangan dan pariwisata membuat properti komersial terus bergeliat.

Promising City: Sebagai kota yang baru saja berkembang sekitar 5 tahun lalu, promising city baru mengembangkan sektor ritel dan hotel setelah lebih dulu digempur oleh proyek perumahan. Beberapa contohnya adalah Pontianak, Banjarmasin, Kendari, Palembang, Cirebon dan lainnya. Dengan jumlah pasokan sekitar 5 persen dari total properti komersial di Indonesia, Promising City hanya mencakup sektor ritel dan hotel. Hotel menjadi sektor paling berkembang di kota-kota kategori ini. Umumnya kota-kota ini memiliki sumber permintaan di sektor produksi dan pengolahan komoditas, serta pariwisata. (GUN)