Rabu, 14/03/2012

Pasar Perumahan Dunia Alami Penurunan Kinerja

-jktproperty.com
Share on: 465 Views
Pasar Perumahan Dunia Alami Penurunan Kinerja

JAKARTA: Pasar perumahan dunia mengalami penurunan kinerja selama 2011. Penurunan kinerja tersebut seperti dilaporkan Global Property Guide disebabkan karena anjloknya harga rumah di banyak negara. Selama 2011, harga rumah di 22 negara dari 35 negara yang disurvei diketahui mengalami penurunan. Sedangkan harga rumah di 13 negara lainnya mengalami kenaikan, termasuk harga rumah di Indonesia.

Global Property Guide juga melaporkan dari negara yang disurvei tersebut, 21 pasar perumahan negara-negara itu menunjukkan kinerja lebih buruk dibandingkan 2010 dan hanya 14 negara yang memiliki kinerja lebih baik dibandingkan 2010. Angka penjualan rumah pada kuartal IV-2011 juga menunjukkan ‘awan kelabu’ industri perumahan dunia, dimana kenaikan harga rumah hanya terjadi di 10 negara.

Sementara harga-harga rumah di 25 negara justruk anjlok cukup signifikan, meskipun adanya tren positif pemulihan ekonomi AS yang memiliki dampak signifikan terhadap ekonomi dunia. Namun, Global Property Guide menilai, lambannya pemulihan ekonomi global, memperkuat kekhawatiran utang negara, kepercayaan konsumen lemah dan pengangguran yang tinggi semua terus membebani pasar properti perumahan.

India dan Brasil merupakan pasar perumahan terkuat di dunia sepanjang 2011. Pada 2011, harga rumah di New Delhi melonjak 25,26%, dengan kenaikan sebesar 6,62%. Setelah India, Brasil tercatat memiliki pasar perumahan terbaik kedua, dimana di Sao Paulo, harga rumah melonjak 19,79% pada 2011. Iklim yang kondusif seperti biaya yang relatif murah dari kenaikan taraf hidup masyarakat adalah alasan menjadikan Brasil sebagai pilihan terbaik untuk investasi properti. Selama kuartal IV-2011 harga rumah naik sebesar 3,93%.

Di Eropa, pasar perumahan menunjukkan tren penurunann seperti yang terjadi di Finlandia (-2,22%), Inggris (-3,39%), Swedia (-5,29%), Belanda (-5,77%), Republik Slovakia (-6,88%), Portugal (-7,78%), Spanyol (-9,27%), Athena, Yunani (-10,43%), dan Warsawa, Polandia (-10,55%). Irlandia paling menderita dengan gelar pasar perumahan ‘paling lemah di dunia ‘, dengan harga rumah jatuh 18,08% dibandingkan 2010. Dengan transaksi rendah, dibatasi pinjaman hipotek, dan ekonomi yang tidak menentu, harga rumah Irlandia kemungkinan akan terus jatuh selama tahun ini.

Negara Eropa yang pasar perumahannya jatuh bilan dibandingkan tahun lalu kejatuhan harga rumahnya tidak terlalu signifikan adalah Turki (-1,73%), Kroasia (-3,26%), Lithuania (-4,21%) dan Bulgaria (-8,99%). Tapi tak semua negara Eropa mengalami kehancuran pasar perumahan. Di Tallinn, Estonia, selama dua belas bulan terakhir, harga rumah naik 8,36%. Demikian pula dengan Norwegia (7,01%) dan Swiss (4,90%).

Pasar Perumahan Asia

Meskipun terjadi kenaikan harga rumah di pasar Asia, namun kenaikan harga selama 2011 masih jauh lebih kecil dibandingkan kenaikan harga yang terjadi pada 2010. Harga rumah di Hong Kong tahun lalu hanya naik 5,32% setelah naik 18,87% pada 2010. Harga rumah di Singapura naik 0,28%, setelah mencatat kenaikan 13,06% pada 2010.

Selama 2011, harga rumah di Taiwan turun 8,74%, setelah naik 9,70% tahun sebelumnya. Cina (Shanghai) dan Jepang (Tokyo) memiliki penurunan yang lebih rendah pada level 3,23% dan 3,69%. Harga rumah akan terus turun dalam beberapa bulan mendatang, paling tidak selama kebijakan pengetatan tetap diberlakukan. Survei juga mencatat pasar perumahan di Korea Selatan dan Indonesia (14 kota) meningkat dari tahun sebelumnya dengan kenaikan harga 2,94% dan 0,89%. (SIN)