Selasa, 06/11/2012

Pasar Perkantoran di Koridor TB Simatupang Masih Aman dari Ancaman ‘Over Supply’

-jktproperty.com
Share on: 341 Views
Pasar Perkantoran di Koridor TB Simatupang Masih Aman dari Ancaman ‘Over Supply’

JAKARTA: Satu konsultan mengungkapkan meskipun belasan perkantoran baru tengah dan akan dibangun di koridor TB Simatupang, Jakarta Selatan, namun supply yang akan dihasilkan tidak akan membuat pasar perkantoran di kawasan yang digadang-gadang sebagai ‘CBD baru-nya Jakarta’ ini terancam over supply.

“Permintaan di kawasan ini [TB Simatupang] memang sangat besar. Jadi, belasan gedung perkantoran baru yang tengah dibangun dan akan dibangun di kawasan ini tidak akan mengancam pasar perkantoran. Dalam beberapa tahun ke depan kami belum melihat adanya ancaman over supply,” ujar Ricky Tarore, Senior Associate Director Colliers Indonesia, kepada wartawan usai acara ground breaking 18 Office Park, perkantoran strata-title dan sewa yang dibangun PT Kalma Propertindo Jaya di Jakarta kemarin.

Colliers Indonesia sebelumnya mengungkapkan pada periode 2012-2014 setidaknya akan ada 15 gedung perkantoran baru yang akan dibangun di koridor TB Simatupang (lihat tabel). “Kondisi pasar perkantoran di Jakarta saat ini memang sangat kondusif yang didorong meningkatnya kinerja industri perbankan, asuransi, minyak dan gas bumi, serta pertambangan di Indonesia. Okupansi pasar perkantoran di Jakarta pada kuartal III-2012 mencapai 97%,” katanya.

 

 

 

 

 

 

 

 

Sebelumnya, Associate Director Research Colliers Indonesia Ferry Salanto mensinyalir pasar perkantoran di Jakarta terancam over supply pada 2014 mendatang karena pasar ‘diguyur hujan’ pembangunan perkantoran baru hingga mencapai 800.000 m2 di central business disrict (CBD) maupun non-CBD.

Mengenai sewa perkantoran, Technical Advisor Head of Investment Jones Lang La Salle Han Khim Siew mengatakan, tarif sewa perkantoran di Jakarta saat ini tumbuh hampir dua kali lipat atau sekira 95% dibandingan posisi terakhir pada 2008, bahkan tertinggi di kawasan Asia. “Untuk pasar perkantoran sewa yang mendominasi adalah industri oil and gas dan pertambangan, sementara untuk pasar strata tittle sampai saat ini masih didominasi perusahaan lokal,” katanya. (YUS)