Kamis, 23/02/2017

Pasar Kurang Menguntungkan, Pengembang Harus Jeli Melihat Peluang

-jktproperty.com
Share on: 3618 Views
Pasar Kurang Menguntungkan, Pengembang Harus Jeli Melihat Peluang
Ilustrasi
PASAR PROPERTI JAKARTA: Dinamika pertumbuhan ekonomi global dalam beberapa tahun terakhir memberikan pengaruh yang cukup signifikan terhadap perkembangan pasar properti termasuk di Indonesia. Akibat dari perlambatan ekonomi dan melemahnya ekspansi bisnis, permintaan akan produk properti khususnya dari sektor korporasi juga menurun. Di Jakarta hal tersebut sangat berpengaruh kepada kinerja sektor perkantoran.

JAKARTA, jktproperty.com – Dinamika pertumbuhan ekonomi global dalam beberapa tahun terakhir memberikan pengaruh yang cukup signifikan terhadap perkembangan pasar properti termasuk di Indonesia. Akibat dari perlambatan ekonomi dan melemahnya ekspansi bisnis, permintaan akan produk properti khususnya dari sektor korporasi juga menurun.┬áDi Jakarta hal tersebut sangat berpengaruh kepada kinerja sektor perkantoran.

Akan tetapi, dalam kondisi pasar yang kurang menguntungkan ini pun masih terbuka peluang dan kesempatan untuk pengembang dan investor untuk mengembangkan bisnisnya. Yang diperlukan adalah kejelian melihat peluang dari kondisi yang tengah berkembang di masyarakat, yang berpotensi untuk menjadi tren di masa depan.

Demikian rangkuman pemaparan hasil survei dan analisis pasar properti Jakarta yang disampaikan oleh Savills, sebuah konsultan properti internasional yang berkantor pusat di London (UK), Kamis, (23/2).

Jeffrey Hong, yang menjabat sebagai Managing Director di konsultan tersebut mengatakan bahwa untuk mengantisipasi perkembangan sektor properti di tahun ini yang diperkirakan akan bertumbuh secara marjinal, pengembang diharapkan juga mampu menyentuh pasar melalui inovasi dan konsep yang belum pernah ada sebelumnya. Menurut dia, sejumlah produk dan konsep properti dari negara lain mungkin bisa diterapkan dan dijual kepada konsumen di Jakarta. Akan tetapi, produk tersebut harus menarik dan sesuai dengan kebutuhan investor lokal dan yang tak kalah penting adalah harganya kompetitif terhadap produk-produk yang ada.

Hal tersebut menjadi penting karena saat ini kinerja sejumlah sektor properti di Jakarta, cukup memprihatinkan sehingga dirasakan perlu adanya inovasi baru di pasar. Berdasarkan survey yang dilakukan Savills sampai akhir tahun 2016, Anton Sitorus, Kepala Departemen Riset dan Konsultasi di Savills Indonesia mengatakan bahwa tingkat hunian perkantoran baik di daerah segitiga emas (CBD) maupun di luar CBD terus menurun. Saat ini, tingkat hunian perkantoran di kawasan CBD berada di kisaran 84%, sementara di luar CBD mencapai sekitar 77%.

Dalam beberapa tahun ke depan, masih akan banyak proyek perkantoran yang akan masuk ke pasar di Jakarta, kata Leny Soedojo yang membawahi Departemen Office Leasing. Dia menambahkan bahwa tingkat hunian di pasar perkantoran kemungkinan masih akan naik terutama di kawasan CBD dimana pasokan mendatang (sampai tahun 2020) mencapai lebih dari 2 juta m2.

Sementara itu di sektor hunian terutama pasar kondominium strata, Deden Sudarbo, Kepala Department Residential Sales di Savills mengatakan bahwa penjualan kondominium di Jakarta sepanjang 2016 mencapai sekitar 10,500 units atau sedikit menurun dibanding tahun sebelumnya. Padahal, tambah Deden, peluncuran proyek baru di tahun lalu jumlahnya lebih banyak, yaitu mencapai hampir sekitar 11,000 unit.

Press Release
Dengan gambaran kondisi pasar yang belum benar-benar pulih tersebut, Jeffrey Hong mengatakan bahwa kreativitas pengembang diperlukan untuk menarik minat dan daya beli konsumen dan investor yang dipandang masih cukup baik. Apalagi dengan akan segera mengalirnya implementasi program tax amesti kepada sektor riil termasuk properti, maka persaingan dalam menarik pembeli juga akan ditentukan dengan konsep dan value yang ditawarkan pengembang. Kondisi ini, menurut Jeff, akan ditunjang dengan perkembangan ekonomi makro dalam negeri yang diharapkan cukup stabil di tahun ini dan juga oleh pembangunan infrastruktur yang dalam prosesnya akan membantu akselerasi ekonomi lewat konsumsi pemerintah dan investasi baru.
Kedepan, diharapkan inovasi dan konsep baru dari pengembang dalam proyekproyek properti-nya yang dipaket melalui harga yang sesuai akan semakin bertambah banyak sehingga aktivitas pasar pun akan semakin meningkat, demikian tutup Jeffrey. (PIT)