Rabu, 21/11/2012

Pasar Kondominium Moncer, Penjualan Senopati Penthouse Sentuh Angka 50%

-jktproperty.com
Share on: 394 Views
Pasar Kondominium Moncer, Penjualan Senopati Penthouse Sentuh Angka 50%

JAKARTA: PT Senopati Aryani Prima, pengembang kondominium Senopati Penthouse, mengungkapkan telah menjual 50% dari 64 unit kondominium mewah itu yang dibanderol Rp5 miliar per unit. Pembangunan kondominium ini dijadwalkan selesai pada Mei 2014.

Lukman Purnomosidi, Dirut PT Senopati Aryani Prima, mengatakan pihaknya terpaksa menaikkan harga jual kondominium tersebut mengingat permintaan yang sangat tinggi. “Sewaktu awal pembangunan harganya sekitar Rp3,5 miliar, tapi sekarang kami melepas ke pasar dengan harga antara Rp4,5 miliar hingga Rp5 miliar per unit,” ujarnya.

Kondominium Senopati Penthouse menempati lahan seluas 2.500 m2 di Jl. Senopati, jakarta. Bangunan kondo ini direncanakan 20 lantai dengan total 64 unit. Investasinya diperkirakan mencapai Rp250 miliar. Proyek yang berdiri di lahan milik wakil presiden periode 1988-1993, Sudharmono ini setiap lantainya hanya ada empat unit. Harga yang ditawarkan pada awal pengerjaan proyek Rp30 juta per m2 dan telah naik menjadi Rp40-Rp45 juta per m2.”Penjualannya sudah menyentuh angka 50% dan kami optimistis tahun depan seluruh unit sudah terjual,” kata Lukman.

Komisaris Utama PT Senopati Aryani Prima, Aryani Sudharmono menjelaskan, proyek ini adalah unit tinggal kelas masyarakat papan atas yang lokasinya sangat strategis, yakni tak jauh dari Sudirman Central Business Disctrict (SCBD).

Pasar kondominium Jakarta, terutama di primary market, memasuki triwulan ketiga 2012 menunjukkan peningkatan yang cukup fantastis. Menurut Luke Rowe, Residential Project Marketing Group Head Jones Lang LaSalle Indonesia, penjualan kondominium di pasar primer tercatat sebanyak 3,915 unit atau meningkat 66% dibandingkan triwulan sebelumnya. “Peningkatan penjualan kondominium disebabkan karena suku bunga yang rendah dan juga semakin menjamurnya proyek-proyek baru, sementara daya beli masyarakat terus mengalami peningkatan,” tutur Luke. (GIE)