Rabu, 25/06/2014

Pasar Bebas ASEAN Mampu Dongkrak Properti Nasional

-jktproperty.com
Share on: 628 Views
Pasar Bebas ASEAN Mampu Dongkrak Properti Nasional
Foto: luxuryestate.com
PASAR BEBAS ASEAN: Pasar properti Indonesia akan semakin tumbuh sehat bila asing diizinkan untuk membeli dan memiliki properti dalam kerangka pasar bebas ASEAN.

JAKARTA, jktproperty.com – Pasar bebas ASEAN yang akan diberlakukan 2015 mendatang diyakini mampu mendongkrak industri properti nasional. Industri properti nasional akan semakin sehat bila asing diizinkan membeli properti, sementara pengembang nasional juga harus bisa memanfaatkan kapital asing di era pasar bebas ASEAN.

Menurut Faisal Basri, ekonom Universitas Indonesia, pasar properti Indonesia akan semakin tumbuh sehat bila asing diizinkan untuk membeli dan memiliki properti. “Menyambut era pasar bebas ASEAN, Indonesia harus membuka kran kepemilikan asing (foreign ownership) di sektor properti. Tidak bisa tidak,” ujarnya saat berbicara di seminar nasional Peningkatan Peran Indonesia Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015 dan Daya Saing Sektor Properti melalui Pasar Modal dan REITs di Jakarta.

Dia mengatakan dengan diberlakukannya pasar bebas di regional ASEAN, maka arus modal asing masuk untuk investasi, termasuk di sektor properti akan cukup deras. Tentu kebutuhan hotel, rumah, apartemen dan jenis properti lainnya akan meningkat. “Nah, pengembang nasional harus bisa memanfaatkan modal-modal asing itu agar industri ini bisa besar.”

Pasar bebas ASEAN, demikian Faisal, akan semakin memperbesar pasar properti nasional. “Konsekuensinya, asing harus diizinkan membeli dan memiliki properti. Jangan khawatir, karena asing tidak bisa membawa pulang tanah dan properti itu ke negaranya,” tutur Faisal.

Dalam kerangka pasar bebas ASEAN, Kementerian Perindustrian RI sudah memiliki strategi dengan memilah-milah industri yang ‘dijagokan’ menguasai pasar regional dan dalam negeri. Industri yang berfokus untuk menguasai pasar ASEAN a.l. industri berbasis agro (CPO, kakao dan karet), industri ikan dan produk olahannya, industri tekstil dan produk tekstil, industri alas kaki dan produk kulit. Sektor industri lainnya seperti furnitur, makanan dan minuman, pupuk petrokimia, mesin dan peralatan, logam dasar besi dan baja juga diharapkan mampu menguasai pasar ASEAN.

Sementara kelompok industri yang difokuskan dalam negeri adalah industri otomotif, industri elektronika konsumsi, industri semen, industri pakaian jadi, industri alas kaki, industri furnitur, makanan dan minuman. Industri properti tak masuk dalam kedua kelompok tersebut. (LEO)