Senin, 05/05/2014

Panangian Simanungkalit: “Ketegasan Presiden Soal Akuisisi BTN Sangat Menentukan”

-jktproperty.com
Share on: 458 Views
Panangian Simanungkalit: “Ketegasan Presiden Soal Akuisisi BTN Sangat Menentukan”

JAKARTA, jktproperty.com – Pengamat properti Panangian Simanungkalit mengatakan ketegasan Presiden SBY adalah satu-satunya yang ditunggu untuk menghentikan rencana akuisisi PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) melalui PT Bank Mandiri Tbk (Mandiri).Ketegasan presiden juga dinilai sangat menentukan nasib Bank BTN. Menurut dia, Presiden SBY harus mencabut SK Menteri BUMN perihal izin pengakuisisian BTN dan pernyataan Direksi BTN bahwa saham pemerintah sebesar 60,14% di BTN akan dijual. “Ia [keputusan Presiden SBY] harus bisa menghentikan agenda RUPS-LB mengenai pelepasan saham BTN pada 21 Mei mendatang,” ujarnya.

Panangian mengatakan setelah pemilu presiden, parlemen yang baru perlu tegas menolak akuisisi BTN oleh bank mana pun dan perlu mendorong agar pemerintahan baru tersebut untuk membatalkan akuisisi BTN. Presiden terpilih pada pemilu nanti pun harus segera merancang road map untuk memperkuat posisi dan peran BTN sebagai satu-satunya national housing bank di Indonesia.

Bahkan, kata dia, dalam UU Perbankan, BTN harus diberi special treatment. Kalau memang BTN dianggap bank yang khusus menangani pembiayaan perumahan, harus diberi perlakuan khusus seperti itu karena beda dengan bank umum.

“Saya kira, presiden juga harus mengeluarkan inpres sebagai penugasan khusus itu untuk BTN karena dengan begitulah Presiden menunjukkan keberpihakannya kepada rakyat,” katanya.

Panangian menambahkan, misi BTN sejak didirikan pada 1976 bukanlah berorientasi pada profit, melainkan menyediakan rumah murah untuk masyarakat bawah. Saat bank-bank lain tidak masuk ke ranah rumah murah, BTN justru memperkuat diri di sektor tersebut, tak terkecuali pada krisis 1998 yang tetap memproduksi rumah hingga 110 ribu unit. Tercatat, selama 38 tahun sampai 2014, KPR BTN telah mencapai sekitar 3,7 juta unit atau senilai Rp205 triliun. Artinya, BTN telah merumahkan 3,7 juta dikali empat orang per unit rumah atau sama dengan 15 juta jiwa. (EKA)