Minggu, 04/06/2017

Pakuwon Rencanakan Pembangunan 2 Proyek Terpadu di Jakarta

-jktproperty.com
Share on: 1553 Views
Pakuwon Rencanakan Pembangunan 2 Proyek Terpadu di Jakarta
Foto: Ist
PROYEK TERBARU PAKUWON: PT Pakuwon Jati Tbk. merencanakan pengembangan proyek terpadu di kawasan koridor TB Simatupang, Jakarta Selatan dan Daan Mogot, Jakarta Barat.

JAKARTA, jktproperty.com – PT Pakuwon Jati Tbk. merencanakan pengembangan proyek terpadu di kawasan koridor TB Simatupang, Jakarta Selatan dan Daan Mogot, Jakarta Barat.

Menurut Direktur PT Pakuwon Jati Tbk. (PWON) Ivy Wong, di koridor Simatupang perusahaan memiliki 4,5 hektare yang akan dibagi menjadi dua tahap pengembangan untuk mengakomodir kebutuhan ruang perkantoran dan hunian. Tahap pertama, lanjutnya, Pakuwon akan membuka penjualan untuk unit apartemen yang akan dibanderol tiap unitnya di atas Rp2 miliar.

“Kami proyeksikan di atas lahan tersebut bisa terbangun hingga empat menara, mungkin tahap pertama untuk dua menara apartemen dulu. Namun, untuk waktu pastinya kami masih akan melihat kondisi pasar, kalau bisa ya secepatnya,” katanya, Minggu (4/6).

Sedangkan untuk ruang perkantoran, kata Ivy, perusahaan masih belum melihat kondisi yang baik untuk melepas dalam waktu dekat. Pasokan secara umum masih tinggi di kawasan niaga baru tersebut.

Tak hanya itu, perusahaan juga masih akan fokus dengan peluncuran menara ketiga ruang perkantoran di kawasan terpadu Kota Kasablanka, Jakarta Selatan seluas 13 hektare pada paruh kedua tahun ini.

Ivy memastikan berbeda dengan Simatupang, menurutnya tumbuhnya permintaan akan persewaan kantor di kawasan tersebut mulai terlihat. Hal itu yang mendasari perusahaan melepas ruang perkantoran yang seharusnya dirilis tahun lalu.

“Tiap ruang perkantoran milik kami umumnya akan dibagi dalam dua skema yakni 60% dijual dan 40% akan disewakan. Untuk prakomitmen sewa di Kasablanka sudah banyak jadi tinggal sisa sedikit lagi, tetapi saya belum bisa sebut,” ujarnya.

Sementara itu, proyek di Daan Mogot dipastikan akan menjadi satu kawasan terpadu dengan konsep baru yang menggabungkan fungsi hunian, bisnis, dan gaya hidup.

Menurut Ivy, perusahaan telah mengakuisisi lahan seluas 11 hektare. Namun, bagi Pakuwon pengembangan kawasan di ujung Jakarta Barat tersebut belum menjadi proyek yang akan dikejar pengerjaannya dalam waktu dekat.

“Semua masih kita siapkan dari detail desain hingga kebutuhan finansialnya. Kami tidak terburu-buru di sana mengingat masih banyak jadwal konstruksi yang sedang berjalan. Margin kita juga masih stabil tanpa ada proyek baru,” ujarnya.

 

Sementara itu dalam public expose-nya dijelaskan PT Pakuwonn Jati Tbk membukukan marketing sales sebesar Rp654 miliar pada kuartal pertama 2017. Angka ini didapat dari penjualan seluruh proyek yang dikembangkan Pakuwon dan nilainya meningkat dari kuartal sebelumnya sebesar Rp590 miliar.

“Kami menargetkan Rp2,7 triliun pada tahun ini, naik sedikit dari capaian tahun 2016 sebesar Rp2,27 triliun. Andalan kami masih dari proyek Kota Kasablanka, Tunjungan City, Pakuwon City, dan beberapa proyek lainnya,” ujar Minarto Basuki, Direktur Keuangan Pakuwon saat public expose di Jakarta, akhir pekan lalu.

Pakuwon memiliki landbank lebih dari 456 ha di Jakarta dan Surabaya. Seluruh mal yang dikelola juga memiliki okupansi di atas 90 persen dan terus meningkat. Penurunan okupansi terjadi di Blok M Plaza dan hal tersebut disengaja dengan menyewakan lebih pendek 1 tahunan untuk mengantisipasi perubahan terkait pembangunan mass rapid transit (MRT) di kawasan ini. (EKA)