Rabu, 14/01/2015

Okupansi Perkantoran di Jakarta Diprediksi Turun Selama 2015

-jktproperty.com
Share on: 796 Views
Okupansi Perkantoran di Jakarta Diprediksi Turun Selama 2015
Foto: Istimewa
PROSPEK PERKANTORAN: Prospek pasar perkantoran tahun ini akan sangat bergantung pada performa tiga bulan pertama 2015. Jika semua angka asumsi ekonomi makro diimplementasikan, terutama pertumbuhan ekonomi 5% hingga 5,5% serta alokasi APBN-P yang dialihkan ke sektor infrastruktur senilai Rp291 triliun, maka subsektor perkantoran akan lebih pesat lagi pertumbuhannya.

JAKARTA, jktproperty.com – Meskipun seluruh subsektor properti diprediksi akan mengalami pertumbuhan selama 2015, namun subsektor perkantoran diprediksi akan mengalami penurunan okupansi dari rata-rata 95% pada tahun lalu menjadi 91% pada tahun ini.

Director Office Services Colliers International Indonesia Bagus Adikusumo saat menyampaikan “Jakarta and Surabaya Property Market Report” untuk pasar perkantoran mengatakan penurunan tingkat hunian itu disebabkan melonjaknya pasokan baru selama periode 2015-2019 seluas 600.000 m2.

“Penurunan okupansinya dari 95% menjadi 91% sebagai akibat besarnya pasok. Namun begitu, pembelian prakomitmen masih stabil. Dari total pasokan seluas itu, 300.000 m2 ruang perkantoran sudah mendapat konfirmasi penyewa,” katanya kemarin.

Selain penurunan, koreksi harga sewa dan jual juga kemungkinan bisa saja terjadi terutama untuk gedung-gedung dengan tarif dalam mata uang dollar AS. Depresiasi Rupiah terhadap US dolar menjadi pendorong utama penyesuaian harga ini.

“Prospek pasar perkantoran tahun ini akan sangat bergantung pada performa tiga bulan pertama 2015. Jika semua angka asumsi ekonomi makro diimplementasikan, terutama pertumbuhan ekonomi 5% hingga 5,5% serta alokasi APBN-P yang dialihkan ke sektor infrastruktur senilai Rp291 triliun, maka subsektor perkantoran akan lebih pesat lagi pertumbuhannya,” tutur Bagus.

Turunnya harga sewa perkantoran sudah dirasakan sejak tahun lalu. Sebelumnya, Colliers mengungkapkan subsektor perkantoran di kawasan pusat bisnis (central business district/CBD) Jakarta diketahui mengalami koreksi pada kuartal III-2014. Hal itu diperlihatkan dengan turunnya harga sewa perkantoran di CBD Jakarta 10%-40%. Sementara harga sewa perkantoran di koridor TB Simatupang, Jakarta Selatan, justru mengalami kenaikan meski tak signifikan.

Sutrisno R. Soetarmo, Senior Associate Director Office Services Colliers International Indonesia mengatakan, koreksi harga tersebut terjadi akibat rendahnya penyerapan ruang kantor yang ada sepanjang tahun ini. Dia mengatakan koreksi harga terjadi saat mulai Pemilu 2014 yang semakin membuat performa perkantoran menjadi rendah. (GUN)