Rabu, 11/09/2013

Nilai Tukar Rupiah Anjlok, Investor Tetap Memburu Vila

-jktproperty.com
Share on: 931 Views
Nilai Tukar Rupiah Anjlok, Investor Tetap Memburu Vila

JAKARTA, jktproperty.com – PT Putra Adhi Prima, anak usaha PT Agung Podomoro Land Tbk., pengembang vila Vimala Hills mengungkapkan permintaan vila dan resor di kawasan Ciawi, Bogor, tetap tinggi meskipun diakui ekonomi nasional kini tengah sedikit slow down terkait dengan melemahnya nilai mata uang Rupiah terhadap dolar AS.

Zaldy Wihardja, Marketing General Manager Vimala Hills, mengatakan dalam siklus properti hal itu adalah sesuatu yang biasa. “Properti itu memang naik turun, up and down. Itu hal biasa. Kami juga mengalami itu, namun kini penjualan bisa terus ditingkatkan,” katanya di Jakarta.

Menurut dia, sampai kini pihaknya telah sukses memasarkan bila di cluster Bromo, Pangrango, Sameru, Argopuro, Rinjani, Krakatau, Kilimanjaro, dan Kinabalu. Seluruhnya sudah terjual 80%. Melihat kesuksesan dari pemasaran kluster sebelumnya. “Melihat antusiasme masyarakat, hari ini kami meluncurkan kluster terbaru di Vimala Hills Villa & Resort, yakni kluster Alpen Peak,” tambahnya.

Menurut dia, kluster Alpen Peak menawarkan keistimewaan tersendiri dan berbeda dari kluster sebelumnya. “Kluster Alpen Peak terletak di phase 3 yang berbeda dimana berada di ketinggian 700 meter di atas permukaan laut sehingga konsumen dapat merasakan kesejukan pegunungan.”

Lebih lanjut dia mengatakan unit-unit di kluster Alpen Peak juga menampilkan pemandangan ke danau yang memiliki kejernihan air pegunungan serta dilengkapi sunflower garden dan butterfly garden yang mengelilingi area kluster. Vimala hills terletak di Simpang Gadog ujung tol Ciawi, jagorawi yaitu pertemuan antara Bogor, Puncak dan Jakarta. Akses dapat ditempuh melalui tol Jagorawi kurang lebih 30 menit dari tol Cawang, Jakarta. Vimala Hills & Resort memiliki sistem keamanan yang berlapis dengan security selama 24 jam dan dilengkapi dengan infra red serta CCTV. APLN menargetkan keseluruhan pembangunan Vimala Hills ini akan rampung pada 2016 mendatang.

Zaldy mengatakan di antara pembeli vila pihaknya mendapatkan beberapa repeat buyer. “Artinya, mereka yang sudah membeli di phase sebelumnya, kembali membeli di phase yang baru kita bangun, meskipun sudah terjadi kenaikan harga yang cukup signifikan. Sebagai contoh, vila dua kamar tidur di fase pertama dipasarkan dengan harga Rp1,7 miliar. Nah saat ini harganya sudah mencapai Rp2,5 miliar,” tutur Zaldy. (DOD)