Sabtu, 17/03/2012

Nanda Widya: Tiap Lokasi di Bali Punya Keunikan Tersendiri

-jktproperty.com
Share on: 413 Views
Nanda Widya: Tiap Lokasi di Bali Punya Keunikan Tersendiri

JAK

ARTA: Bagi PT Metropolitan Land Tbk, kondotel atau kondominium hotel merupakan bisnis yang baru digeluti. Sebelumnya perusahaan ini hanya membangun hotel dan hotel bujet di bawah bendera ‘Horison’. Lantas apa yang membuat perusahaan properti yang tengah naik daun ini masuk ke bisnis kondotel dan membidik Bali sebagai lokasi ekspansi usahanya?

Menurut Nanda Widya, Presdir PT Metropolitan Land Tbk (Metland), setiap lokasi atau kawasan di Bali memiliki keunikan dan kekhasan tersendiri. Artinya dalam membangun kondotel, pengembang harus benar-benar jeli mempertimbangkan kondotel seperti apa yang akan mereka bangun. Sama halnya dengan kondotel Horison Seminyak yang dibangun Metland sejak Juni 2011 lalu. Di kawasan Seminyak, kata Nanda, wisatawan yang datang menginginkan suasana tenang. Berbeda dengan wisatawan yang datang ke Kuta. “Di kawasan Seminyak ceruk pasar kondotel yang berkelas masih ada. Makanya kami berani masuk ke sini,” katanya.

 

Saat ini kondotel Horison Seminyak yang pembangunannya menelan investasi Rp88 miliar telah memasuki tahap topping off dan dijadwalkan pada Desember 2012 mendatang siap dioperasikan. Horison Seminyak berdiri di atas lahan seluas 2.250 m2 terdiri dari 4 lantai dengan 153 unit kondotel. Hingga kini 123 unit kondotel sudah ludes terjual. Melihat animo investor yang tinggi dalam menanamkan investasinya di proyek kondotel, pihak Metland, demikian Nanda, juga tengah mempersiapkan satu proyek kondotel baru di Bali.

“Kami optimistis dengan prospek kondotel dalam beberapa tahun ke depan. Hal itu didasarkan pada data mengenai terus meningkatnya jumlah wisatawan asing dan domestik yang datang ke Bali,” tuturnya.

Data Biro Pusat Statistik (BPS) Bali mengungkapkan hingga akhir Desember 2011 lalu wisatawan mancanegara yang datang ke Bali mencapai 2,82 juta orang atau meningkat 250.567 orang wisatawan dibandingkan 2010. Sementara okupansi rata-rata kamar ho9tel di Bali terbilang masih cukup baik, yakni 65%-70%. (JR)