Kamis, 21/08/2014

Musim Liburan Dongkrak Okupansi Hotel Selama Kuartal II-2014

-jktproperty.com
Share on: 608 Views
Musim Liburan Dongkrak Okupansi Hotel Selama Kuartal II-2014
Foto: Ibis Cikini/Ilustrasi
OKUPANSI MENINGKAT: Okupansi hotel selama kuartal II-2014 mengalami peningkatan. Pasokan hotel bintang 3,4 dan 5 di wilayah Jabodebek hingga triwulan II-2014 tetap sejumlah 27.538 kamar, belum mengalami perubahan dari periode sebelumnya, meski dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya meningkat sebesar 1,12% (yoy). Stabilnya jumlah pasokan hotel juga terjadi di wilayah Batam sejumlah 1.705 kamar. Tarif kamar juga tercatat stabil sebesar Rp2.987.887 per malam. Sementara tingkat occupancy rata-rata sebesar 79,29%, meningkat dari 58,67% pada kuartal I-2014.

JAKARTA, jktproperty.com – Musim liburan tahun ajaran baru dan meningkatnya aktivitas meeting yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan sebelum memasuki bulan Ramadhan mendongkrak okupansi hotel di Jakarta, Bogor, Depok dan Bekasi (Jabodebek) selama kuartal II-2014 sebesar 7,68% dibandingkan kuartal sebelumnya.

Survei Properti Komersial Bank Indonesia yang dipublikasikan belum lama ini mengungkapkan terjadi peningkatan okupansi sebesar 7,68% (qtq) atau 8,13% (yoy) yang didorong oleh faktor musiman libur tahun ajaran baru dan meningkatnya aktivitas meeting yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan sebelum memasuki bulan Ramadhan.

Selain itu, permintaan kamar hotel meningkat sejalan dengan kegiatan kampanye dan konsolidasi partai politik menjelang pelaksanaan Pemilu Presiden. Tarif kamar hotel meningkat sebesar 10,24% (qtq) atau 14,47% (yoy). Peningkatan terjadi baik di hotel bintang 3,4 dan 5 dengan peningkatan tertinggi di hotel bintang 4 baik di kawasan Jakarta (kawasan Kuningan) maupun Bogor dan Depok.

Pasokan hotel bintang 3,4 dan 5 di wilayah Jabodebek hingga triwulan II-2014 tetap sejumlah 27.538 kamar, belum mengalami perubahan dari periode sebelumnya, meski dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya meningkat sebesar 1,12% (yoy). Stabilnya jumlah pasokan hotel juga terjadi di wilayah Batam sejumlah 1.705 kamar. Tarif kamar juga tercatat stabil sebesar Rp2.987.887 per malam. Sementara tingkat occupancy rata-rata sebesar 79,29%, meningkat dari 58,67% pada kuartal I-2014.

Sementara itu, pasokan kumulatif kamar hotel di Bandung tercatat sejumlah 7.377 kamar, meningkat 0,55% (qtq) atau 0,55% (yoy). Peningkatan pasokan berasal dari pengembangan hotel baru yang merupakan hotel bugdet seperti Fave Hotel Pasir Kaliki dan Hotel Zodiak. Sementara untuk hotel bintang, beberapa proyek yang tengah dikembangkan saat ini adalah D-Green Pasteur dan Hoel Royal Tulip. Occupancy rate secara rata-rata sebesar 80,01%, meningkat dibandingkan 79,18% pada periode sebelumnya sejalan dengan faktor musiman. Kenaikan juga terjadi pada tarif kamar per malam sebesar 3,26% (qtq) atau 39,08% (yoy).

Pasokan kamar hotel juga meningkat di wilayah Banten yang secara kumulatif tercatat sejumlah 4.572 kamar, meningkat 41,42%(qtq) atau 89,63%(yoy). Tidak jauh berbeda dengan perkembangan hotel di wilayah Jabodebek, faktor musiman telah berdampak pada kenaikan tingkat occupancy hotel di wilayah Banten. Pada periode ini, occupancy rate tercatat sebesar 75,16%, meningkat baik secara triwulanan 3,61% maupun tahunan 9,54%. Di sisi lain, tarif kamar tercatat mengalami penurunan sebesar -7,27% (qtq) atau -6,75% (yoy). Penurunan tarif kamar terutama terjadi di segmen hotel bintang 4 di kawasan Serang-Cilegon. (EKA)