Kamis, 29/11/2012

Mulai 2013 Gedung Tak Ramah Lingkungan Tak Dapat IMB

-jktproperty.com
Share on: Facebook 458 Views
Mulai 2013 Gedung Tak Ramah Lingkungan Tak Dapat IMB

JAKARTA: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Pengawasan dan Penertiban Bangunan (P2B) akan mewajibkan seluruh bangunan baru di Jakarta mengadopsi konsep hijau. Kontraktor atau pengembang yang membangun gedung tak ramah lingkungan tidak akan diberikan izin mendirikan bangunan (IMB). Menurut Pandita, Kepala Seksi Perencanaan dan Pengawasan Struktur Dinas Pengawasan dan Penertiban Bangunan Bidang Pengawasan Pembangunan Provinsi DKI Jakarta, ‘aturan main’ tersebut mulai diberlakukan pada April 2013. “Sanksinya tegas dan tergolong berat, IMB-nya tidak akan diterbitkan,” katanya.

Lebih lanjut dia mengatakan Pemprov DKI Jakarta berdasarkan Peraturan Gubernur DKI Jakarta No.38/2012 tentang Bangunan Gedung Hijau, mewajibkan bangunan baru di Jakarta mengadopsi konsep hijau atau gedung yang ramah lingkungan. “Di regional Asia Pasifik ini yang pertama, dimana pemerintah provinsi mewajibkan pengembang atau kontraktor membangun gedung ramah lingkungan,” tutur Pandita.

Dia menjelaskan aturan ini berbeda dengan sertifikat green building yang dikeluarkan oleh Green Building Council Indonesia yang sifatnya lebih sukarela. “Kalau aturan yang dikeluarkan Pemprov DKI sifatnya lebih mengikat.” Untuk gedung-gedung lama, demikian Pandita, cukup dilakukan audit mengenai penggunaan energi yang bisa diperbarui setiap lima tahun sekali.

Baru Dua Gedung

Data di Dinas P2B yang sama dengan data Green Building Council Indonesia mengungkapkan di Jakarta saat ini baru ada dua gedung komersial (perkantoran) yang telah memenuhi kriteria sebagai green building, yakni Menara BCA dan Sampoerna Strategic Square di kawasan segitiga emas Jakarta.

Selain Menara BCA dan Sampoerna Strategic Square, ada dua gedung baru yang memperoleh predikat green building, yakni Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan gedung FISIP UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Berdasarkan data Green Building Council Indonesia, total luas gedung komersial di Jakarta saat ini mencapai 9,44 juta m2 dan dipastikan memakan energi dan air dalam jumlah yang sangat banyak. Jika gedung-gedung ini bisa menerapkan pola gedung hijau, demikian Green Building Council Indonesia, maka dalam jangka waktu satu tahun saja dapat menghemat energi hingga 15%, mengurangi emisi karbon hingga 315.414 ton CO2 atau dengan kata lain sama dengan menanam empat juta pohon. (GIE)