Jumat, 13/02/2015

Moratorium Mal di Jakarta Tekan Pertumbuhan Properti Ritel

-jktproperty.com
Share on: 765 Views
Moratorium Mal di Jakarta Tekan Pertumbuhan Properti Ritel

JAKARTA, jktproperty.com – Moratorium pembangunan mal di Jakarta yang diberlakukan sejak 2012 membuat kinerja properti ritel di kawasan ini melemah, dimana pasok terlihat sangat minim dan hanya didominasi dari proyek properti ritel perkantoran seperti retail arcade dan podium.

Direktur Savills PCI Rosaline Lie mengatakan pertumbuhan pasok untuk empat tahun ke depan tak lebih dari 400.000 m2 atau sekitar 14% dari total pasokan yang ada. “Minimnya pasok properti ritel disebabkan karena moratorium,” katanya di Jakarta pekan ini.

Menurut dia, pasok yang tak mencapai 400.000 m2 itu diperoleh dari retail arcade atau podium proyek-proyek perkantoran yang sedang dibangun.

“Hal ini juga akan membuat okupansi properti ritel di Jakarta meningkat. Sementara untuk pertumbuhan harga sewa dalam dua tahun ke depan, masih akan stabil dengan potensi kenaikan marginal di segmen middle-up dan middle-low. Selama tiga tahun belakangan ini pasar ritel menikmati okupansi yang tinggi karena kebijakan moratorium, yakni stabil di level 90%,” katanya.

Lebih lanjut Rosaline mengatakan pasar properti Indonesia khususnya Jakarta masih memiliki prospek pertumbuhan yang besar di berbagai sektor. Hal ini terus mendorong minat, tidak hanya pengembang dan investor lokal, namun juga investor asing yang melihat potensi permintaan berbagai produk properti khususnya yang menyasar kelas menengah dan atas di Ibukota.

“Apalagi ekonomi Indonesia, yang walaupun pada tahun 2014 lalu pertumbuhannya melambat, masih terus dipandang sebagai tujuan investasi yang paling menarik di bursa global yang saat ini sedang dirundung gejolak krisis di sejumlah negara-negara Eropa and Asia lainnya.” (LEO)

shop-1

shop-2