Senin, 16/03/2015

Modern Industrial Estate Buka Lahan Baru 2.000 Hektar di Bekasi Utara

-jktproperty.com
Share on: 1792 Views
Modern Industrial Estate Buka Lahan Baru 2.000 Hektar di Bekasi Utara
Foto: Ilustrasi
LAHAN INDUSTRI BARU: PT Modern Industrial Estate tahun depan berencana memasarkan lahan baru seluas 2.000 hektar di Bekasi Utara. Hal itu sebagai antisipasi terbatasnya ketersediaan lahan kawasan industri di timur Jakarta.

TANGERANG, jktproperty.com – PT Modern Industrial Estate tahun depan berencana memasarkan lahan baru seluas 2.000 hektar di Bekasi Utara. Hal itu sebagai antisipasi terbatasnya ketersediaan lahan kawasan industri di timur Jakarta.

Menurut Presiden Direktur PT Modern Industrial Estate Tonny Hadhiwaluyo prospek pertumbuhan industri yang tetap bagus pada tahun ini. “Tahun mendatang masih terbuka banyak peluang bagi pengembang kawasan industri dalam memasarkan lahan. Tahun depan [2017] kami akan pasarkan 2.000 hektar lahan di Bekasi Utara. Saat ini kami tengah membebaskan lahan dan mematangkan masterplan-nya,” katanya.

Dia mengatakan setelah pemerintah mewajibkan industri masuk ke dalam kawasan, prospek pemasaran kawasan industri menjadi kian ciamik. Undang-undang No. 4/2014 tentang Perindustrian telah memberi kesadaran kepada pelaku usaha baru untuk mendirikan pabrik berada di dalam kawasan industri. “Sekarang ini relokasi pabrik ke dalam kawasan industri masih minim, ke depan diperkirakan akan meningkat dan kami optimistis,” tambahnya.

Sebelumnya Indonesia Property Watch (IPW) mengungkapkan arus investasi dari Asia tahun ini dan tahun depan dipastikan akan masuk ke Indonesia dengan begitu derasnya seiring dengan akan diberlakukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Hal ini akan berdampak positif terhadap pertumbuhan kawasan-kawasan industri di Indonesia.

Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda mengatakan kondisi ekonomi dan regulasi pemerintah yang menaikkan harga BBM dan TDL, membuat sektor perumahan mengalami tekanan. Pasokan rumah murah diprediksi semakin terbatas akibat harga tanah dan biaya produksi yang semakin tinggi, sementara segmen menengah-atas pun mulai menunjukkan kejenuhan sepanjang 2014-2015. “Pergerakan justru akan terjadi dari arus modal asing yang datang ke Tanah Air. Hal ini juga dipicu oleh melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika,” katanya.

Menurut dia, arus investasi dari Asia tahun ini mulai datang, khususnya dari Korea, Jepang, dan China. Ketika pasar ekspor diperkirakan akan naik, beberapa kawasan industri telah diincar para investor tersebut. Belum lagi tahun 2015 MEA dimulai. “Hal ini tentu akan membuat pemerintahan Jokowi-JK lebih fokus pada pembangunan infrastruktur sebagai penunjang,” katanya.

Dia mengatakan, kondisi tersebut akan mendorong bangkitnya kawasan industri . Wilayah-wilayah dengan economic base kawasan industri diperkirakan akan mengalami tren naik di 2015. “Tidak hanya sektor industri, properti komersial penunjang di wilayah tersebut pun akan ikut naik, antara lain pasar hunian untuk para ekspatriat dan pergudangan,” tutur Ali.

Dengan adanya poros industri sepanjang Pulau Jawa, pasar kawasan industri akan bergerak mulai Cikarang hingga Surabaya. Selain itu, zona-zona industri di luar Jawa, khususnya Indonesia bagian Timur, pun akan segera menjadi incaran para investor. “Bila skenario perkiraan tersebut benar, maka pergerakan siklus ini umumnya akan dilanjutkan dengan meningkatnya permintaan pasar perkantoran. Karenanya, pada 2016 diperkirakan akan terjadi market recovery, dimulai dengan peningkatan di sektor ruang perkantoran,” jelas Ali. (EKA)