Kamis, 27/08/2015

Modern Cikande Dominasi Penyerapan Lahan KI Kuartal II-2015

-jktproperty.com
Share on: 183 Views
Modern Cikande Dominasi Penyerapan Lahan KI Kuartal II-2015
Modern Cikande Industrial Estate
PASAR KAWASAN INDUSTRI: Penjualan lahan kawasan industri selama kuartal II-2015 mencapai 150,13 hektar. Sementara kawasan industri Modern Cikande Industrial Estate yang berlokasi di Serang, Banten, memberikan kontribusi penjualan terbesar, yakni 108 hektar atau 72% dari total penjualan lahan KI kuartal II-2015.

JAKARTA, jktproperty.com – Penjualan lahan kawasan industri selama kuartal II-2015 mencapai 150,13 hektar. Sementara kawasan industri Modern Cikande Industrial Estate yang berlokasi di Serang, Banten, memberikan kontribusi penjualan terbesar, yakni 108 hektar atau 72% dari total penjualan lahan KI kuartal II-2015.

Konsultan properti Colliers International Indonesia mengungkapkan penjualan lahan industri di Jakarta dan sekitarnya pada kuartal II/2015 mencapai 150,13 hektar. Sedangkan total penyerapan semester I/2015 mencapai 232,29 hektar, atau sekitar 53% dari total permintaan kawasan industri pada tahun lalu. “Dari penjualan sebesar 150 hektar, Modern Cikande Industrial Estate berkontribusi 72% dari total transaksi, yakni sebesar 108 hektar,” ujar Ferry Salanto, Associate Director for Research Colliers International Indonesia di Jakarta.

Menurut dia, mengungkapkan industri makanan dan minuman asal Thailand mendominasi permintaan dengan total akuisisi 94,5 hektar. Selebihnya, perusahaan lokal yang bergerak di bidang cat, logistik, peralatan, pipa menyerap permintaan lahan sekitar 14 hektar. “Sedangkan mayoritas kawasan industri di Jakarta dan sekitarnya melaporkan kinerja penjualan tidak lebih dari 3 hektar,” katanya.

Lebih lanjut Ferry mengatakan Kawasan Industri Estate Cilegon (KIEC) juga menunjukkan kinerja penjualan yang konsisten. Perusahaan asing sudah mengambil lahan seluas 4,5 hektar. PT KIEC juga mendapatkan pembeli dari industri kimia yang mengambil lahan 3 hektar. Di Kota Deltamas Bekasi, Greenland International Industrial Pusat (GIIC) mampu menjual tanah seluas 21,72 hektar, sehingga menjadi transaksi kedua terbesar selama kuartal II/2015. “Permintaan masih didominasi perusahaan otomotif dan perusahaan alat berat.”

Sementara itu, masih menurut Colliers, Karawang International Industry City (KIIC) dan Suryacipta di Karawang mencatatkan penjualan kawasan industri masing-masing seluas 2 hektar dan 1,4 hektar. Suryacipta mencatatkan transaksi dari perusahaan logam, sedangkan permintaan di KIIC berasal dari perusahaan asal Jerman dan industri lokal. “Beberapa pengusaha memperkirakan perlambatan penyerapan kawasan industri masih akan terjadi setidaknya sampai akhir tahun.” (GUN)