Senin, 02/02/2015

Mochtar Riady: “Lippo Karawaci Meniru Konsep Kota Shenzhen”

-jktproperty.com
Share on: Facebook 718 Views
Mochtar Riady: “Lippo Karawaci Meniru Konsep Kota Shenzhen”
Mochtar Riady

TANGERANG, jktproperty.com – Konglomerat properti Lippo Group berencana mengembangkan Lippo Karawaci menjadi kota mandiri terbaik sekaligus menjadi “Global Smart City”, dimana Lippo Karawaci akan menjadi pusat pendidikan, pusat kesehatan dan pusat perbelanjaan. Tak banyak yang tahu kalau Lippo Karawaci ternyata dibangun meniru konsep kota Shenzhen di Tiongkok.

Bos dan pendiri Lippo Group, Mochtar Riady mengatakan, untuk menjadikan sebuah kawasan sebagai kota kelas atas harus punya perencanaan yang jelas. “Kalau mau mengejar pasar kalangan atas, pertama kali yang dibuat adalah sekolah terbaik. Lalu, rumah sakit dan pusat perbelanjaan,” katanya saat groundbreaking ceremony Millennium Village, di Karawaci, Tangerang, belum lama ini.

Menurut dia, orang tidak akan mau membeli rumah kalau tidak didukung sarana dan fasilitas ekonominya. “Makanya, perlu direncanakan secara baik dari awal. Lippo Karawaci adalah salah satu kota yang kami berani sebut sekarang adalah kota mandiri,” tutur pria kelahiaran Malang, 12 Mei 1929 ini.

Dia mengaku, dengan pengalaman di sektor perbankan, pendidikan dan sekaligus sebagai pengembang, Lippo Group optimistis bisa terus berekspansi. “Kami yakni mampu memberi kemakmuran bagi bangsa Indonesia.”

Millenium Village dilengkapi berbagai sarana dan prasarana. Terdapat sarana pendidikan mulai dari tingkat sekolah dasar hingga perguruan tinggi. UPH Internasional School, katanya, bisa menampung 30.000 mahasiswa. Selain itu, dibangun sarana kesehatan seperti rumah sakit dan juga pusat ekonomi.

Mochtar lantas bercerita mengenai pengembangan Lippo Karawaci yang bermula dari lahan seluas 1.300 hektar pada 1991. Untuk mengembangkan kawasan tersebut, Lippo Group mencari konsep dari negara lain, seperti Singapura, Malaysia, Hong Kong, Manila, dan Tiongkok. “Saya tertarik dengan konsep yang ada di kota Shenzhen Tiongkok dengan membangun permukiman jauh dari kota dan mereka memiliki konsep yang jelas, berbeda dengan Pondok Indah ataupun Pluit yang berada di tengah kota,” katanya.

Berbekal melihat kota Shenzhen, Tiongkok serta berbagai survei yang telah dilakukannya, Lippo Group membangun Karawaci meski letaknya jauh dari Jakarta. Optimistis juga mencuat manakala melihat kawasan Tangerang dan Serang yang dihuni oleh berbagai kawasan industri. Lippo Group optimistis Karawaci menjelma menjadi kota baru. Untuk menjadi kota mandiri, kata dia, salah satu yang sedang digarap Lippo Group adalah membangun proyek world class mixed used development The Global Smart City-Millennium Village (MV) senilai Rp 200 triliun. (GUN)