Senin, 02/06/2014

Metland Cari Pinjaman untuk Bangun Mal di Cileungsi

-jktproperty.com
Share on: 700 Views
Metland Cari Pinjaman untuk Bangun Mal di Cileungsi

JAKARTA, jktproperty.com – PT Metropolitan Land Tbk. (MTLA) saat ini tengah mencari pinjaman untuk pembangunan pusat perbelanjaannya di kawasan Cileungsi, Jawa Barat. Mal yang diberi nama Metland Mal Cileungsi merupakan bagian dari proyek hunian Metland Cileungsi [Transyogi] yang kini tengah dikembangkan.

Menurut Direktur PT Metropolitan Land Tbk. Olivia Surodjo, kebutuhan dana pembangunan mal tersebut mencapai Rp150 miliar. “Total investasinya Rp213 miliar dan kami masih mencari pinjaman Rp150 miliar. Investasi sebesar 70% akan dipenuhi dari pinjaman perbankan dan 30% dari kas internal perseroan,” ujarnya.

Metland Mal Cileungsi menurut master plan yang ada, akan dibangun di atas lahan seluas 2,5 hektar dengan total investasi Rp 213 miliar. “Pembangunannya sendiri akan dimulai pekan kedua Juni 2014 dan ditargetkan akan selesai pada 2016,” tutur Olivia.

Saat ini, lanjut dia, perseroan tengah melakukan penjajakan dengan beberapa instansi perbankan dan ditargetkan pada kuartal empat tahun ini, proses penandatangannya sudah dapat dilaksanakan. “Tapi penarikan pinjamannya baru akan dilakukan pada awal tahun 2015 nanti. Rp 150 miliar akan dihasilkan dari pinjaman perbankan, sisanya internal cash.”

Di Metland Cileungsi selain mengembangkan properti residensial, Metland juga akan mengembangkan kawasan komersial, apartemen, dan perkantoran. “Untuk properti komersialnya pusat perbelanjaan, apartemen, dan perkantoran, kami akan bekerja sama dengan investor asing. Pola kerjasamanya joint operation (JO) atau joint venture (JV). “Semuanya masih dalam tahap pembicaraan dengan investor asing dari negara Asia. Kami targetkan Oktober–November prosesnya selesai,” tambah Olivia.

Lebih lanjut Olivia mengatakan tahun ini Metland menargetkan bisa meraup angka penjualan tahun ini mencapai Rp1,15 triliun, yang berasal dari recurring income sebesar Rp400 miliar dan pre sales Rp750 miliar,” katanya. (GUN)