Rabu, 19/11/2014

Meningkatnya e-commerce Telah Mengubah Penggunaan Ruang Ritel

-jktproperty.com
Share on: 783 Views
Meningkatnya <em>e-commerce</em> Telah Mengubah Penggunaan Ruang Ritel
Foto: tourist260.com
RUANG RITEL: Peritel barang mewah diuntungkan dari naiknya pendapatan mereka yang berpenghasilan tinggi dan memperlihatkan kemajuan pertumbuhan di beberapa pasar global, termasuk Paris, London, New York dan kota-kota utama di Asia. Pertumbuhan di sektor ini adalah kunci utama yang mendorong ekspansi di seluruh dunia.

JAKARTA, jktproperty.com – Colliers International mengungkapkan meningkatnya penggunaan dan transaksi e-commerce telah mengubah penggunaan ruang ritel secara global, sementara Asia masih berada di posisi teratas pertumbuhan penjualan barang mewah.

Colliers International mengetengahkan 125 pasar ritel di 50 negara di seluruh dunia dan juga laporan kinerja pasar saat ini serta tren yang akan datang. Tema utama laporan tahun ini yang dirilis Colliers adalah ritel barang mewah yang terus menunjukkan pertumbuhannya di beberapa pasar kelas atas dan beberapa kota utama di Asia.

Salah satu faktor utama yang mendorong penjualan barang mewah adalah meningkatnya tingkat kepercayaan diri konsumer yang disebabkan oleh memudarnya bayang-bayang krisis ekonomi global. Laporan ini didasarkan pada survei Nielsen’s kuartal II-2014 bertajuk “Global Consumer Confidence Survey” yang mengungkapkan terdapat peningkatan kepercayaan diri konsumen pada 52% pasar yang diteliti. Faktor lain yang menyebabkan meningkatnya pasar barang mewah adalah peningkatan pendapatan mereka yang berpenghasilan tinggi, menyebabkan peningkatan daya beli.

Menurut Anjee Solanki, National Director, Retail Services Colliers International, Amerika Serikat, pasar ritel memang optimistis dan berkembang stabil. “Analisa kami mengenai pasar ruang ritel dunia menunjukkan apa yang telah kami lihat sepanjang tahun bahwa pasar ritel yang optimis dan berkembang secara stabil di berbagai sektor meskipun terdapat kewaspadaan yang disebabkan ancaman dari pertumbuhan ekonomi global dan bayang-bayang dari e-commerce,” katanya.

Dia mengatakan barang mewah, secara khusus, merupakan pemicu utama dari ekspansi yang terjadi saat ini. “Ini bahkan terjadi di wilayah Eropa dan Asia dengan pertumbuhan GDP dan daya beli konsumen yang lemah,” ujar Simon Lo, Executive Director of Research & Advisory, Colliers International Asia. Asia, khususnya Cina dan India, adalah terkena dampak dari meningkatnya popularitas e-commerce. “Merek papan atas akan berlanjut untuk tetap berada di pusat kota, namun merek menengah akan pindah ke submarket karena persediaan ruang ritel di distrik dari beberapa kota seperti Seoul dan Singapore sangat terbatas,” ujarnya.

Colliers International mengungkapkan ada beberapa kata kunci dalam kaitannya dengan ruang ritel, penjualan barang mewah dan e-commerce, yakni sebagai berikut:

• Peritel barang mewah diuntungkan dari naiknya pendapatan mereka yang berpenghasilan tinggi dan memperlihatkan kemajuan pertumbuhan di beberapa pasar global, termasuk Paris, London, New York dan kota-kota utama di Asia. Pertumbuhan di sektor ini adalah kunci utama yang mendorong ekspansi di seluruh dunia.

• Ekspansi global dalam hal ketenagakerjaan dan kelas menengah memicu kebutuhan persediaan ruang, terkonsentrasi di negara-negara berkembang seperti Eropa, Timur Tengah dan Asia yang memiliki pertumbuhan ekonomi, stabilitas politik, pertumbuhan kelas menengah dan lingkungan regulasi bisnis yang bersahabat.

• E-commerce telah mempengaruhi ritel tradisional dan mewah di seluruh dunia, memberikan tekanan pada pedagang untuk menjadi lebih kreatif dengan konsep dalam menggunakan ruang. Salah satu strategi populer adalah mentransformasi toko-toko menjadi showroom dalam rangka menarik perhatian lebih besar dan tambahan penjualan online.

• Pandangan positif pada umumnya didasari oleh perbaikan ekonomi di Amerika Serikat dan pertumbuhan lapangan pekerjaan yang menguat di berbagai belahan dunia. Diantara 10 besar ruang ritel untuk disewakan tahun ini (per square feet dalam USD), New York’s Fifth Avenue memegang posisi puncak, dengan NYC’s Madison Avenue juga berada di dalam daftar, sementara Hong Kong berada di peringkat ketiga. Lima tempat lainnya masing-masing ditempati oleh London, Milan, Moscow, Paris dan Zurich. (PIT)