Jumat, 28/12/2012

Memilih Beberapa Skema Pembiayaan Kondotel (Bagian 9)

-jktproperty.com
Share on: 689 Views
Memilih Beberapa Skema Pembiayaan Kondotel (Bagian 9)

Oleh Deddy H. Pakpahan

jktproperty.com | Pada saat akan membeli kondotel, biasanya konsumen dihadapkan pada beberpa pilihan skema pembayaran/pembiayaan. Ada yang bentuknya cash keras, cicilan tanpa bunga atau dengan cara kredit (kredit pemilikan apartemen/KPA). Berikut dipaparkan secara rinci beberapa skema pembayaran pembelian kondotel yang lazim ditawarkan pengembang.

Pembayaran tunai atau biasa disebut cash keras banyak dipilih pembeli, terutama mereka yang berkantong lebih, karena dengan skema pembayaran ini pengembang biasanya memberikan diskon yang cukup besar dari harga kondotel. Diskon atau potongan harga dalam skema pembayaran cash keras sebenarnya lebih sebagai cost of money dari uang Anda sendiri. Dari sisi pengembang, pembayaran cash keras akan mengurangi biaya konstruksi, mengingat rata-rata bangunan kondotel selesai dikerjakan dalam waktu sekitar dua tahunan.

Dalam masa pembangunan selama dua tahun itu, tentu saja pengembang akan menghadapi kenaikan harga bahan bangunan yang tentunya sudah mereka perhitungkan sebelum masa pembangunan. Karena skema ini mampu mengurangi biaya konstruksi yang dikeluarkan pengembang, maka pengembang lazimnya memberikan diskon yang cukup menarik.

Investor properti yang memilih skema pembayaran cash keras bisa dikategorikan sebagai investor yang menghindari risiko atau dengan kata lain memilih menghindari jeratan kredit bank. Dari sisi investasi properti, sebenarnya pembayaran cash keras ini tidak memenuhi kriteria investasi yang baik. Pembayaran dengan cara tunai bisa saja dilakukan asal harga yang ditawarkan memang benar-benar menarik dan di bawah harga pasar atau harga yang saat itu ditawarkan.

Skema pembayaran lain yang cukup ideal dalam membeli kondotel untuk tujuan investasi adalah cicilan dengan uang muka 0%, cicilan dengan uang muka 20% dan cicilan bertahap atau yang biasa disebut soft cash.

Ilustrasinya begini. Investasi properti itu haruslah bersifat high leverage investment atau dengan kata lain dari uang yang tak terlalu besar menghasilkan keuntungan yang besar. Artinya, daripada kita membayar cash Rp1 miliar sebuah kondotel, lebih baik kita membayar uang muka Rp250 juta untuk membeli empat unit kondotel. Atau dana yang ada bisa Anda investasikan di tempat lain, jadi tidak semua dana Anda digelontorkan hanya untuk melunasi unit properti di muka.

Hal ini tentu dengan mempertimbangkan kemampuan finansial Anda. Skema pembayaran lainnya adalah cicilan bertahap tanpa bunga atau soft cash. Ini juga termasuk skema pembayaran yang ideal dalam membeli properti. Biasanya saat pengembang meluncurkan produk properti terbarunya, mereka menawarkan skema pembelian dengan cicilan bertahap dari 12 kali, 18 kali, 24 kali bahkan 36 kali.

Keuntungan dari skema pembayaran ini adalah pembayaran menjadi lebih ringan karena bisa disesuaikan dengan masa pembangunan. Setelah masa penyerahan bangunan, umumnya harga properti akan mengalami kenaikan dari 20%-40%.

Semua skema pembayaran pembelian kondotel di atas bisa Anda pilih dengan mempertimbangkan kemampuan finansial Anda. Namun prinsipnya, dalam berinvestasi di properti high leverage investment atau bagaimana dengan dana yang ada, Anda mampu melipatgandakan nilai properti yang Anda miliki. (DHP)