Jumat, 20/11/2015

Mega Manunggal Gandeng Daiwa Bangun Sentra Bisnis Logistik

-jktproperty.com
Share on: 1998 Views
Mega Manunggal Gandeng Daiwa Bangun Sentra Bisnis Logistik
Foto: Ilustrasi
PROPERTI LOGISTIK: PT Mega Manunggal Property Tbk. (MMLP) menggandeng Daiwa House Industri Co. Ltd untuk pembangunan sentra bisnis logistik (pergudangan) dan kawasan perkantoran.

JAKARTA, jktproperty.com – PT Mega Manunggal Property Tbk. (MMLP) menggandeng Daiwa House Industri Co. Ltd untuk pembangunan sentra bisnis logistik (pergudangan) dan kawasan perkantoran.

CEO Mega Manunggal Fernandus Chamsi, mengatakan perseroan telah meneken nota kesepakatan dengan Daiwa House di mana dua perusahaan tersebut akan mengembangkan bisnis properti logistik terpadu. Daiwa House akan megambil bagian saham dalam proyek yang dikembangkan bersama dengan porsi maksimal 49%.

“Secara teknis, kerjasama MMP dengan Daiwa House ini akan dilaksanakan pada entitas korporasi tersendiri yang merupakan anak usaha MMP,” jelas Fernandus dalam keterangan tertulisnya, Jumat (20/11).

Fernandus menekankan, proyek baru logistik yang akan digarap Mega Mangunggal dengan Daiwa tidak dikendalikan oleh perusahaan patungan yang sudah ada, yakni PT Daiwa Manunggal Logistik Properti. “Perseroan menggandeng Daiwa karena perusahaan Jepang tersebut dianggap memiliki keahlian di bidang properti logistik berskala global selain memang ada aspek pendanaan dari Daiwa,” katanya.

Sebagaiman diketahui, Mega Manunggal merupakan salah satu peruashaan properti logistik yang memiliki area sewa bersih seluas 163.757 m2 dengan tujuh penyewa utama.

Perusahaan penyedia properti logistic PT Mega Manunggal Properti Tbk (MMLP) tahun ini menganggarkan belanja modal atau capital Expenditure (Capex) tahun 2015 sebesar Rp 400 miliar. Dana ini seluruhnya akan digunakan untuk akuisisi lahan.

Menurut Fernandus capex tersebut akan dialokasikan dari 90% dari dana IPO atau sekitar Rp 900 miliar. “Dana IPO akan kita gunakan secara bertahap. Tapi tahun ini kita anggarakan untuk capex sebesar Rp 400 miliar,” katanya.

Dana tersebut akan digunakan untuk mengakuisisi tanah sekitar 50-60 hektar di wilayah Jabodetabek dan Jawa Timur. Dua wilayah tersebut masih menjadi fokus utama ekspasi perusahaan. Dengan perlambatan ekonomi yang terjadi, MMLP akan selektif melakukan akuisisi karena harga tanah tentu akan turun.

Kendati fokus menambah lahan, tidak tertutup kemungkinan bagi MMLP untuk mengembangkan infrastruktur baru tahun ini. Namun jika terealisasi tahun ini, pembangunan gudang tersebut membutuhkan waktu sekitar 8 bulan sampai 1,5 tahun sehingga belum bisa mendatangkan pendapatan tahun ini.

Sementara di awal tahun, perusahaan baru selesai membangun gudang selayar seluas 5.000 m2 dan sudah tersewa penuh. Gudang ini telah memberikan kontribusi sekitar Rp1 miliar-Rp2 miliar terhadap pendapatan.

Secara total, MMLP memiliki lahan seluas 333.350 meter persegi (m2). Selain Pergudangan Selayar, perseroan juga telah memiliki tiga proyek properti di lahan tersebut yakni Unilever Mega DC, Li & Fung, Intirub Business Park (IBP) dengan Nett leasable Area (NLA) seluas 163.757 m2. (PIT)