Kamis, 12/02/2015

Maryono: “BTN Siap Hadapi Bank Asing di Pasar Tunggal ASEAN”

-jktproperty.com
Share on: 638 Views
Maryono: “BTN Siap Hadapi Bank Asing di Pasar Tunggal ASEAN”
Maryono

JAKARTA, jktproperty.com – Lebih dari satu dekade lalu para pemimpin negara angota ASEAN sepakat membentuk sebuah pasar tunggal di kawasan Asia Tenggara pada akhir 2015 atau yang lebih dikenal dengan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Ini dilakukan agar daya saing ASEAN meningkat serta bisa menyaingi Tiongkok dan India untuk menarik investasi asing.

Pembentukan pasar tunggal ini nantinya memungkinkan satu negara menjual barang dan jasa dengan mudah ke negara-negara lain di seluruh Asia Tenggara sehingga kompetisi akan semakin ketat. Nah, untuk perbankan, MEA baru diberlakukan pada 2020. Artinya, tak menutup kemungkinan bank-bank asing akan lebih banyak lagi yang membuka kantornya di Indonesia dan mengambil pangsa pasar yang ada, termasuk pangsa pasar kredit pemilikan rumah (KPR).

Kompetii yang semakin sengit itu ternyata sudah diantisipasi Bank BTN, bank yang sudah puluhan tahun concern dengan pembiayaan perumahan. “Kami punya cara tersendiri untuk menghadapi serbuan bank asing, terlebih jika bank asing yang masuk ikut juga menyalurkan kredit perumahan yang selama ini menjadi fokus Bank BTN,” kata Dirut Bank BTN Maryono saat perayaan HUT Bank BTN ke-65 di Jakarta pekan ini.

Maryono mengatakan bahwa pihaknya akan membuat layanan BTN menjadi kelas dunia agar bisa disandingkan dengan bank milik asing. “Menghadapi MEA, kita lakukan strategi menjadikan BTN bank perumahan yang terdepan dan terbesar dengan memberikan layanan kelas dunia, world class sevices,” kata pria kelahiran Rembang, Jateng, 16 September 1955 ini.

Dengan membawa layanan setingkat dunia, BTN minimal harus mempunyai layanan yang sama dengan bank asing. Dengan begitu masyarakat tidak akan pindah layanan pembiayaan perumahan karena BTN bisa memberikan layanan world class.

“BTN harus punya layanan yang sama dengan bank asing masuk ke Indonesia. Saya yakin kalau layanan BTN sekelas dengan bank asing, maka masyarakat Indonesia tidak akan pindah ke bank asing karena toh layanannya sama saja dan mereka sudah tahu bahwa kami selama ini concern dan fokus pada pembiayaan perumahan,” kata alumnus Universitas Diponegoro tahun 1981 ini. (DHP)