Jumat, 28/09/2012

Marina Cove Segera Bangun Hotel Bintang Lima di Mandalika Resort

-jktproperty.com
Share on: 626 Views
Marina Cove Segera Bangun Hotel Bintang Lima di Mandalika Resort

MATARAM: Perusahaan properti asal Australia, Marina Cove, pekan pertama Oktober ini akan mulai membangun hotel bintang lima di kawasan Mandalika Resort, di pantai selatan Lombok, NTB. Sebelumnya Mandalika Resort akan dibangun investor asal Dubai, Emaar Properties yang akibat krisis keuangan batal masuk ke Indonesia.

Marina Cove belum memastikan apakah akan menggandeng Hyatt atau Westin. Pembangunan hotel bintang lima ini akan menjadi investasi pertama Marina Cove di Lombok. Sementara Rajawali Group, telah memiliki hotel bintang lima yang kini masuk area Mandalika Resort. Hotel milik Rajawali itu dikelola Novotel.

Menurut Darma Setiawan, Direktur Pengembangan Bali Toruism Development Cooperation (BTDC), hotel bintang lima tersebut akan dibangun di lahan seluas 10 hektar dengan kontrak sewa lahan selama 50 tahun. “Minggu pertama Oktober ini, kami melakukan penandatanganan kontrak sewa dengan dua investor. Kalau sudah kontrak, maka kedua investor itu resmi membayar sewa lahan pada kami,” ujarnya.

Kedua investor yang dimaksud Edwin adalah Marina Cove dan Rajawali Group melalui anak perusahaannya Canvas Develovment Sdn Bhd yang berbasis di Malaysia. BTDC adalah BUMN yang ditunjuk pemerintah pusat mengelola Mandalika Resort, kawasan wisata eksklusif seluas 1.175 hektar di pantai selatan Lombok. Kawasan wisata ini dalam proses penetapan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus.

Sebelumnya Mandalika Resort akan dikelola Emaar Properties, BUMN milik Uni Emirat Arab, namun batal akibat BUMN itu terkena krisis keuangan yang berujung langkah mereka meminta penjadwalan hutang pada kreditornya.

Lebih lanjut Edwin mengatakan pengembangan kawasan Mandalika dibagi menjadi tiga zona, yakni zona residensial mewah di sisi barat, lalu untuk hotel, vila, dan fasilitas umum di tengah. Sementara untuk vila dan hotel eksklusif di sisi timur. Mandalika memiliki lima pantai memikat yaitu Pantai Kuta, Pantai Serenting, Tanjung Aan, Pantai Keliuw, dan Pantai Gerupuk. Setelah dua investor ini membangun hotel bintang lima, akan disusul dengan pembangunan lapangan golf seluas 80 hektare oleh investor lain yang membentang dari Pantai Serenting hingga Tanjung Aan.

Di kawasan yang sama PT Gobel Internasional milik pengusaha Rachmat Gobel mendapatkan konsesi lahan seluas 350 hektar untuk membangun fasilitas ramah lingkungan untuk pengelolahan air minum dan limbah. Gobel Internasional juga akan membangun resor dan hotel berbintang. Selain itu, MNC Group milik pengusaha Hary Tanoesoedibjo melalui anak usahanya PT Global Land Develompment juga memperoleh konsesi mengelola 400 hektar lahan. MNC akan membangun theme park atau taman hiburan terintegrasi seperti disneyland, underwater park dan techno park. MNC Group juga akan membangun sirkuit balap Formula Satu (F1), plenary hall untuk penyelenggaraan konser dan pelabuhan laut untuk kapal pesiar dan kapal laut. Total pengembangan dan pembangunan kawasan Mandalika Resort membutuhkan investasi tak kurang Rp27 triliun. Sebanyak Rp 2,2 triliun akan berasal dari BUMN, dan sisanya dari investasi swasta. Kawasan ini akan dikembangkan dalam jangka waktu 20 tahun.

Pasca hengkangnya Emaar Properties dari proyek Mandalika Resort, BTDC menargetkan akhir 2012 sudah ada pembanguan fisik di proyek ini. (WED)