Jumat, 29/05/2015

Mardiasmo: “Program Sejuta Rumah Tak Bisa Andalkan APBN”

-jktproperty.com
Share on: 1364 Views
Mardiasmo: “Program Sejuta Rumah Tak Bisa Andalkan APBN”
Mardiasmo

JAKARTA, jktproperty.com – Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo menegaskan pemerintah menjamin pembiayaan untuk pembangunan program sejuta rumah yang dicanangkan Presiden Joko Widodo belum lama ini.

“Kita nggak bisa hanya mengandalkan APBN untuk program ini. Untuk mensukseskan program ini pemerintah akan menggunakan dana yang dikelola BPJS Ketenagakerjaan, Bapertarum, Taspen dan sumber-sumber lainnya,” katanya.

Dengan adanya jaminan dari pemerintah itu, demikian Mardiasmo, pengembang diharapkan segera melaksanakan pembangunan rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) agar suplai rumah murah yang dapat diakses masyarakat semakin banyak.

Mengenai jumlah dana yang akan diambil dari BPJS Ketenagakerjaan, Bapertarum dan Taspen, dia mengatakan belum ada jumlah yang pasti. “Sekarang ini Depkeu masih mengkaji akumulasi dana yang bisa digunakan di luar APBN. Tunggu saja,” ujar pria kelahiran Solo, 10 Mei 1958 ini.

Setelah selesai, termasuk tahapan exercise soal dukungan pendanaan itu,  akan dilaporkan ke Kantor Wakil Presiden sebagai pencetus program sejuta rumah. Percepatan program ini diperlukan karena ada instruksi dari Presiden Jokowi agar bulan Juni ini sudah ada peningkatan penyerapan program sejuta rumah. “Exercise-nya kita berikan ke Kantor Wapres, nanti decision-nya di Wapres Jusuf Kalla (JK).”

Masdiasmo adalah mantan Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Pusat. Menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan, Mardiasmo menggantikan posisi yang sebelumnya diisi oleh Bambang Brodjonegoro pada Kabinet Indonesia Bersatu II di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Mardiasmo menamatkan kuliah S1 di Fakultas Ekonomi Universitas Gajah Mada pada tahun 1981, kemudian melanjutkan pendidikannya ke jenjang S2 di University of Bridgeport, Connecticut, USA pada tahun 1989 mengambil Master of Business Administration (MBA). Tidak berhenti di situ, pada tahun 1999 silam, dia menamatkan pendidikan S3 School of Public Policy di University od Birmingham, Inggris. Penghargaan yang pernah diraihnya adalah tahun 1991 lalu ketika dia berhasil menyabet Dosen Teladan Tingkat Fakultas. (PIT)