Senin, 31/12/2012

Layakkah Investasi Kondotel di Pasar Sekunder? (Bagian 10)

-jktproperty.com
Share on: 647 Views
Layakkah Investasi Kondotel di Pasar Sekunder? (Bagian 10)

Oleh Deddy H. Pakpahan

jktproperty.com | Sebagai barang investasi, bisa saja kondotel diperjualbelikan di pasar sekunder (secondary market). Alasan pemilik kondotel menjual kembali unit kondotelnya bisa jadi karena membutuhkan dana cash atau karena faktor lain yang mengharuskan pemilik menjual kembali unit kondotelnya.

Namun sampai saat ini, karena banyaknya alternatif penawaran kondotel belum pernah dijumpai seorang pemilik kondotel yang menjual kembali unit kondotelnya. Atau kalau pun ada, jumlahnya sedikit sekali. Hal itu disebabkan karena investasi kondotel memang sangat menguntungkan. Pembeli kondotel biasanya membeli unit-unit kondotel yang ditawarkan pengembang pada saat pre-launching. Hal ini sangat menguntungkan bagi pembeli karena mereka memperoleh bunga dari nilai yang dibayarkan karena saat itu bangunan fisik kondotel belum dibangun.

Besarnya bunga pre-development ini bervariasi, antara 8%-34% per tahun. Saat kondotel dioperasikan, pemilik juga memperoleh keuntungan dari hasil pengoperasian kondotel dengan pola bagi hasil 80:20, 60:40 atau bahkan ada pengembang yang menawarkan pola bagi hasil 50:50. Formulasi bagi hasil pengoperasian kondotel ini biasanya tarif kondotel per malam x 365 hari x okupansi kondotel x presentase owner.

Jadi andaikan kondotel yang Anda beli memasang tarif kamar Rp800.000 per malam dengan okupansi 75% dan pola bagi hasil 60:40 (60% pengelola dan 40% pemilik kondotel), maka pendapatan yang Anda peroleh dari pengoperasian kondotel selama setahun adalah sebagai berikut: Rp800.000 x 365 hari x 75% x 40% = Rp87.600.000 per tahun. Itu belum termasuk bonus-bonus menarik yang Anda dapatkan saat membeli unit-unit kondotel.

Banyak pengembang misalnya memberikan bonus berupa mobil dan masih banyak lagi bentuk bonus lainnya. Pembeli yang membeli kondotel saat pre-launching biasanya juga memperoleh harga diskon dari pengembang selain tentunya free stay yang bisa digunakan saat kondotel mulai beroperasi. Selain memperoleh keuntungan dari hasil pengoperasian kondotel, pemilik juga memperoleh apa yang dinamakan capital gain.

Seperti kita ketahui harga properti cenderung meningkat sehingga seperti properti pada umumnya maka setelah beberapa tahun bisa kita jual dengan harga yang lebih tinggi dibandingkan saat membeli. Nah, di pasar sekunder, tentulah penjual kondotel tidak melepas unitnya dengan harga saat mereka membeli di tahap pre-launching atau di awal-awal pemasaran, melainkan harga pasar saat dijual dengan memperhitungkan capital gain-nya. Itulah mengapa, membeli kondotel di pasar sekunder untuk tujuan investasi sangat tidak disarankan, kecuali bila Anda memiliki perhitungan investasi yang akurat sehinga nantinya tidak akan merugikan Anda. (DHP)