Senin, 22/09/2014

Lansia, Pangsa Pasar Properti yang Pantas Dilirik Pengembang

-jktproperty.com
Share on: 1141 Views
Lansia, Pangsa Pasar Properti yang Pantas Dilirik Pengembang
Foto: Jababeka
HUNIAN WARGA SENIOR: D’Khayangan salah satu hunian yang dikembangkan Jababeka untuk warga senior atau pensiunan. Hunian ini mengimplementasikan konsep gerontology dan dikelola oleh JV Longlife Holding yang selama ini berpengalaman dalam mengelola senior housing di Jepang.

JAKARTA, jktproperty.com – Usia harapan hidup orang Indonesia yang terus meningkat membuat jumlah orang lanjut usia (lansia) dengan umur di atas 60 tahun di negeri ini terus meningkat. Usia harapan hidup waktu lahir makin panjang, yaitu saat ini 67 tahun untuk laki-laki dan 71 tahun untuk perempuan. Pada 2020 mendatang, jumlahnya diprediksi mencapai 28, 7 juta atau 11, 34% dari populasi penduduk. Bahkan menurut estimasi Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), pada 2050 jumlah lansia di Indonesia akan menembus angka 80 juta jiwa.

Di Jepang, dalam tiga tahun terakhir ini, populasi penduduknya didominasi kelompok lansia, yakni sudah mencapai seperempat dari populasi penduduknya. Pada 2060 jumlah lansia di Jepang diperkirakan akan mencapai 40% dari jumlah penduduknya. Rendahnya angka kelahiran dan panjangnya angka keselamatan hidup, membuat Negeri Sakura ini menjadi salah satu negara dengan populasi lansia tertinggi di dunia.

Populasi lansia yang tinggi ini menjadi masalah tersendiri karena mereka harus memastikan adanya pekerjaan yang bisa menggaji para pensiunan secara layak. Selain itu, persoalan hunian bagi lansia pun bila tidak dipersiapkan sejak dini akan bermasalah di kemudian hari. Nah, di Jepang saat ini tak sedikit pengembang bekerjasama dengan rumah sakit membangun perumahan yang menyasar kalangan lansia, baik untuk lansia segmen atas, menengah maupun kelas menengah-bawah. Di Indonesia membangun hunian khusus bagi lansia belum menjadi tren, tapi ada semacam keyakinan bahwa ke depannya ini akan menjadi bisnis yang subur yang akan dilakoni banyak pengembang.

Hingga kini tercatat hanya sedikit sekali pengembang yang mengembangkan hunian khusus bagi lansia. Satu pengembang yang terlihat serius membangun hunian untuk lansia adalah PT Kawasan Industri Jababeka Tbk yang dua tahun lalu me-launch proyek dengan konsep serupa yang diberi nama Senior Living at D’Khayangan. Jababeka menggandeng Medical City dan JV Longlife Holding dari Jepang. Medical City merupakan kawasan terintegrasi dari Jababeka, yang menghadirkan fasilitas dan layanan kesehatan seperti terdapat di negara lain.

Menurut S.D. Darmono, Presdir PT KI Jababeka Tbk., proyek ini merupakan proyek inovasi melihat kebutuhan yang ada di dalam masyarakat. “Keberadaan D’Khayangan diharapkan mampu menjadi kawasan hunian bagi lansia dengan fasilitas pelayanan yang baik,” katanya.

Darmono mengatakan D’Khayangan mengimplementasikan konsep gerontology dan dikelola oleh JV Longlife Holding yang selama ini berpengalaman dalam mengelola senior housing di Jepang. “Mereka mengerti benar berbagai kebutuhan lansia,  mulai dari fasilitas hingga aktifitas harian para lansia. Hunian ini merupakan proyek pembangunan retirement home dengan konsep terintegrasi, dan one stop service dimana para lansia mendapatkan perawatan, dan fasilitas kesehatan selama 24 jam.” katanya.

Pembangunan kawasan hunian bagi para lansia itu, demikian Darmono, telah dimulai pertengahan 2012 dan rencana akan rampung seluruhnya pada 2014. Pada tahap pertama akan dibangun 210 unit senior care, 102 senior village serta fasilitasnya di atas lahan seluas 8 hektar di kawasan industri Jababeka, Cikarang dan pengembangannya akan mencapai 24 hektar disesuaikan dengan kebutuhan.

Selain Jababeka, Grup Agung Podomoro Land melaluianak usahanya PT Putra Adhi Prima membangun Vimala Hills Villa & Resort yang beberapa waktu lalu sudah me-launch kluster ke-11 yang merupakan kluster terakhirnya. Di proyek yang berlokasi di Gadog Ciawi, Puncak ini, Agung Podomoro Land juga menawarkan vila-vila yang cocok dijadikan hunian bagi para lansia.

Menurut Zaldy Wihardja, GM Marketing Vimala Hills Villa & Resort, proyek ini adalah lokasi yang ideal dijadikan hunian bagi para pensiunan. “Jaraknya juga hanya 30 menit dari Cawang [Jakarta Timur]. Di sini mereka bisa memperoleh udara dan air yang sangat bersih. Untuk mengisi kegiatan para senior, kami menjalin kerjasama dengan Rukun Senior Living,” ujarnya.

Dan, ternyata animo masyarakat sangat tinggi. “Memang, pembelinya tidak semua pensiunan atau warga senior. Ada juga investor. Tapi kebanyakan mereka yang membeli adalah orang-orang tua yang sudah tidak mau lagi hidup di tengah kebisingan kota Jakarta. Di sini mereka bisa tinggal dengan tenang,” tambah Zaldy.

Sementara itu, Herman Kwik, pendiri Rukun Senior Living, kepada jktproperty.com mengatakan ke depannya pengembang memang harus memikirkan membangun hunian yang khusus diperuntukkan bagi warga senior atau pensiunan. “Sebab jumlah lansia di Indonesia ini terus meningkat seiring dengan peningkatan kualitas hidup orang Indonesia. Saya pikir tak ada salahnya kalau pengembang menyasar kalangan lansia sebagai target market proyek propertinya. Persoalannya sekarang sedikit sekali pengembang yang mau mengambil pangsa pasar lansia, padahal potensinya cukup besar,” ujar Herman. (DHP)