Senin, 09/04/2012

Landed Residential Masih Akan Jadi Andalan Cowell Development

-jktproperty.com
Share on: 594 Views
Landed Residential Masih Akan Jadi Andalan Cowell Development

JAKARTA: Manajemen PT Cowell Development Tbk boleh tersenyum lebar melihat posisi keuangan di akhir tahun lalu. Laba bersih ‘kapal perseroan’ yang dinakhodai Harijanto Thany ini tahun lalu mencatatkan pendapatan Rp181,2 miliar atau meningkat 80,7% dibandingkan pendapatan selama 2010 sebesar Rp100,4 miliar.

Dengan pendapatan sebesar itu, laba bersih perseroan berhasil dikerek menjadi Rp33,3 miliar atau meningkat 296% dibandingkan perolehan laba bersih 2010 yang hanya sebesar Rp8,4 miliar. Ke depan perseroan dipastikan masih mengandalkan landed residential sebagai motor penggerak usaha.

Menurut Harijanto Thany, meroketnya laba bersih perusahaan didorong oleh penjualan rumah di Melati Mas Residence, Serpong Park dan Serpong Terrace. Dalam laporan akhir tahun perseroan yang dipublikasikan terungkap bahwa penjualan rumah di Melati Mas residence selama 2011 mencapai Rp60,7 miliar atau meningkat cukup signifikan dibandingkan penjualan rumah di lokasi serupa pada 2010 yang hanya Rp39,8 miliar. Sementara penjualan rumah di Serpong Park mencapai (Rp32,8 miliar); Serpong terrace (Rp22,4 miliar); ruko di Serpong Park (Rp12,2 miliar); dan kaving Melati Mas residence serta ruko di Serpong Terrace masing-masing sebesar Rp1 miliar. Kenaikan pendapatan didukung oleh penjualan prima proyek-proyek perumahan seperti Melati Mas Residence, Serpong Park dan Serpong Terrace yang masing-masing berkontribusi sebesar 34%, 25% dan 13% terhadap total penjualan Cowell.

Sementara Apartemen Westmark, satu-satunya proyek apartemen yang dibangun Cowell yang lokasinya di dekat Mal taman Anggrek, Jakarta Barat, memberikan kontribusi pendapatan Rp50,9 miliar atau memiliki 28% terhadap pendapatan perseroan.

Fokus Landed Residential

Hampir dipastikan proyek-proyek landed residential tetap akan menjadi fokus Cowell dalam beberapa tahun ke depan, mengingat persediaan lahan perusahaan ini terbilang masih cukup. Cowell hingga kini memiliki cadangan lahan seluas 20 hektar di daerah Serpong, Tangerang dan 80 hektar di Borneo Paradiso, Balikpapan, Kalimantan Timur.

Tahun ini, seperti diutarakan Harijanto Thany, Cowell akan meluncurkan produk baru sebanyak 300 unit rumah di Serpong Park dan 270 unit rumah di Borneo Paradiso.

Meskipun pendapatan dari hasil penjualan perumahan di Borneo Paradiso tidak muncul dalam laporan keuangan perseroan, namun pihak manajemen menyatakan sukses menjual pengembangan tahap pertama yang memasarkan 4 kluster perumahan [masing-masing kluster terdiri dari 250 unit rumah] dan dua area komersial di atas lahan seluas 35 hektar. Pihak Cowell pun menyatakan siap menggarap tahap kedua Borneo Paradiso. Dari 1.500 unit hunian dan komersial pada tahap pertama yang ditujukan bagi segmen menengah ke bawah, sekitar 1.000 unit sudah sold out.

Akhir tahun lalu pihak manajemen mengatakan segera mengembangkan kluster terbaru Bluebell Wood Hills yang terletak dikawasan tertinggi di Borneo Paradiso. Kawasan perumahan ini memang unggul dalam lokasi. Terletak di daerah strategis yang merupakan jalur bisnis utama di Kota Balikpapan, perumahan ini sangat dekat dengan bandar udara Sepinggan. Lokasinya juga tidak jauh dari fasilitas yang terintegrasi, seperti driving range, shopping arcade, education centre, serta rumah sakit bertaraf internasional.

Bahkan karena menilai prospek pasar perumahan di Balikpapan cukup cerah, Cowell berencana menambah area pengembangan dari sebelumnya hanya 120 hektar menjadi 300 hektar dengan masa pengembangan 10 tahun.

Pada tahap II pengembangan Borneo Paradiso, Cowell berencana menjual proyek perumahannya dengan kisaran harga Rp777 juta hingga Rp4 miliar. Cowell menginvestasikan dana Rp228 miliar untuk tahap II ini di atas lahan seluas 40 hektar. Dari target 384 unit rumah yang akan dibangun, 50 unit diantranya akan dibangun dengan sangat esklusif dengan arsitek pilihan, memberikan hunian lingkungan hijau dan jaminan keamanan. Sasaran Cowell kali ini adalah masyarakat Balikpapan kelas high end, seperti diutarakan Corporate Secretary PT Cowell Development Tbk Darwin F. Manurung, Februari lalu.

Strategi mengubah target market itu didasarkan pada fakta di Balikpapan bahwa kompetitor juga banyak yang masuk di segmen yang sama. Pihak Cowell optimistis tidak akan kehabisan pasar, lantaran sejumlah konsumen loyalnya sudah memesan rumah-rumah mewah ini terlebih dahulu.

Percaya Diri

Lokasi strategis proyek perumahan Borneo Pradiso agaknya menjadi modal betapa pede-nya pengembang ini membangun rumah-rumah mewah. Dari sisi capital gain, harga rumah di kawasan ini memang melonjak cukup signifikan. Pembeli yang membeli rumah pada 2009 dengan harga Rp180 juta-an, saat ini harganya telah mencapai Rp300 juta-an. Namun, mungkin pasar itu berbeda dengan pasar perumahan mewah di Balikpapan. Artinya, kalau memang akan tetap memasarkan rumah dengan kisaran harga Rp4 miliar, Cowell mesti benar-benar memperoleh pembeli end user yang tidak membeli properti untuk tujuan investasi semata.

Selain itu, satu hal yang perlu diperhatikan Cowell adalah soal komitmennya terhadap penghijauan di kawasan ini mengingat tahun lalu DPRD Kota Balikpapan pernah memanggil manajemen Cowell perihal komitmen Borneo Porodiso terhadap penghijauan, izin site plan, bozem dan ketentuan lainnya.

Bila komitmen itu bisa direalisasikan, ambisi Cowell untuk mengerek perolehan income dari penjualan landed residential-nya akhir tahun ini bukanlah isapan jempol, di samping tentunya akumulasi income dari penjualan proyek lainnya di Serpong dan Jakarta yang selama ini menjadi ‘mesin uang’ perseroan. (JR/DHP)