Senin, 23/06/2014

Land Banking Melimpah, Sinarmas Land Targetkan Jadi Market Leader

-jktproperty.com
Share on: 1403 Views
<em>Land Banking</em> Melimpah, Sinarmas Land Targetkan Jadi <em>Market Leader</em>
Foto: bsdcity.com
PEMBANGUNAN BSD CITY: Di BSD City, saat ini, tengah digarap Indonesia International Expo and Convention Center yang dilengkapi dengan dua hotel yang rencana pengoperasiannya pada akhir 2014 atau paling lambat awal 2015. Sinarmas Land juga tengah membangun AEON shopping mall hasil kolaborasi dengan AEON Group, pengembang asal Jepang. Pusat belanja dengan konsep suburban itu dijadwalkan beroperasi Mei 2015. Sementara itu, pembangunan Big Box Area sebagai power retailer dengan Courts sebagai ikonnya akan dimulai tahun ini dan akan rampung 1,5 tahun ke depan.

JAKARTA, jktproperty.com – Sinarmas Land, grup usaha konglomerasi properti, optimistis dalam 5-10 tahun ke depan akan menjadi market leader dalam Industri properti. Optimisme itu dinilai sangat beralasan mengingat land banking yang dimiliki Sinarmas Land cukup melimpah.

“BSD City misalnya, punya land banking lebih dari 4.000 hektar. Kompetitor paling hanya memiliki ratusan hektar. Itu bisa kita kembangkan puluhan tahun ke depan. Dengan land banking yang kami miliki, kami optimistis bisa menjadi market leader di industri properti,” ujar Ishak Chandra, Managing Director Corporate Strategy & Services Sinarmas Land Group pada acara workshop investasi properti di Jakarta.

Menurut dia, saat ini Sinarmas Land Group memfokuskan orientasi bisnis pada pembangunan properti komersial. Dalam tiga hingga lima tahun ke depan, kelompok usaha itu bersiap mengembangkan lahan seluas lebih dari 100 hektar yang akan dialokasikan untuk central businesa district (CBD). Selain itu kami juga membangun fasilitas konvensi, hotel, pusat belanja, perkantoran, hingga apartemen vertikal serta fasilitas komersial lainnya,” katanya.

Ishak mengatakan sekarang ini kesuksesan proyek properti tidak lagi ditentukan hanya oleh lokasi semata, melainkan akses. “Bisa saja lokasinya di dalam kota, tapi kalau aksesnya buruk dan butuh berjam-jam untuk menjangkaunya, saya kira itu juga akan membuat nilai properti sulit naik. Maka dari itu, kami lebih menitikberatkan pembangunan infrastruktur, fasilitas dan akses yang memadai agar nilai properti yang kami tawarkan bisa terus meningkat,” tutur Ishak.

Di BSD City, saat ini, tengah digarap Indonesia International Expo and Convention Center yang dilengkapi dengan dua hotel yang rencana pengoperasiannya pada akhir 2014 atau paling lambat awal 2015. Sinarmas Land juga tengah membangun AEON shopping mall hasil kolaborasi dengan AEON Group, pengembang asal Jepang. Pusat belanja dengan konsep suburban itu dijadwalkan beroperasi Mei 2015. Sementara itu, pembangunan Big Box Area sebagai power retailer dengan Courts sebagai ikonnya akan dimulai tahun ini dan akan rampung 1,5 tahun ke depan.

Mengenai penjualan rumah yang saat ini mengalami penurunan sebagai akibat kebijakan Loan-to-Value (LTV) yang diterapkan Bank Indonesia, Ishak mengatakan pihaknya tidak khawatir dengan hal itu. “Dengan pertumbuhan penjualan rumah di bawah 10% saja saya kira masih fine. Konsentrasi kami memang ke properti komersial dan infrastruktur yang nantinya akan melengkapi dan memberikan nilai tambah bagi properti residensial,” katanya. (DRA)